Putusan MK Berpotensi Langgengkan Politik Dinasti, Mahasiswa Demo Serentak
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 10:46 WIB
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Sampang memprotes putusan MK yang dinilai sebagai upaya melanggengkan politik dinasti, Jumat (20/10/2023). Foto/Dok. SINDOnews
SAMPANG - Ratusan mahasiswa di beberapa daerah di Jatim berunjuk rasa serentak menentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batas usia capres-cawapres. Dalam aksinya, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Sampang menuding putusan MK itu merupakan upaya melanggengkan politik dinasti.
Koordinator aksi Maushul menilai keputusan MK yang meloloskan penambahan frasa dalam UU Pemilu menyimpang dari prinsip-prinsip hukum sebagaimana tugas MK sebagai negative legislator. "Tujuan aksi kali ini yaitu menolak dinasti politik yang telah dibangun," kata koordinator aksi Maushul, Jumat (20/10/2023).
Dalam putusannya, MK memang menetapkan batas usia minimal capres-cawapres adalah 40 tahun tapi mereka menambahkan pengecualian aturan tersebut bagi yang memiliki pengalaman sebagai kepala daerah. "Maka di sini kami sebagai mahasiswa menolak keras untuk adanya dinasti-dinasti politik yang ada di Indonesia karena tidak ada yang namanya dinasti politik di Indonesia kita," ujarnya.
Maushul mewakili para mahasiswa tersebut mencurigai keputusan tersebut bertujuan untuk meloloskan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres. Jika benar Gibran maju di Pilpres 2024, dia melihat tindakan ini sebagai upaya melanggengkan dinasti politik.
Koordinator aksi Maushul menilai keputusan MK yang meloloskan penambahan frasa dalam UU Pemilu menyimpang dari prinsip-prinsip hukum sebagaimana tugas MK sebagai negative legislator. "Tujuan aksi kali ini yaitu menolak dinasti politik yang telah dibangun," kata koordinator aksi Maushul, Jumat (20/10/2023).
Dalam putusannya, MK memang menetapkan batas usia minimal capres-cawapres adalah 40 tahun tapi mereka menambahkan pengecualian aturan tersebut bagi yang memiliki pengalaman sebagai kepala daerah. "Maka di sini kami sebagai mahasiswa menolak keras untuk adanya dinasti-dinasti politik yang ada di Indonesia karena tidak ada yang namanya dinasti politik di Indonesia kita," ujarnya.
Maushul mewakili para mahasiswa tersebut mencurigai keputusan tersebut bertujuan untuk meloloskan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres. Jika benar Gibran maju di Pilpres 2024, dia melihat tindakan ini sebagai upaya melanggengkan dinasti politik.
Lihat Juga :