Mengenal Sejarah Yahudi di Indonesia serta Perkembangannya Kini
Kamis, 12 Oktober 2023 - 11:01 WIB
Sejarah orang Yahudi di Indonesia kemungkinan dimulai dengan kedatangan para penjelajah Yahudi pada tahun 500-an SM hingga 1950-an melalui Jalur Sutra Maritim dan terus berlanjut seperti penjelajah dan pemukim Eropa awal, hingga masa modern di wilayah Indonesia.
Pada masa kolonial Belanda, jumlah orang Yahudi di Indonesia mencapai sekitar 2.000 orang. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugal, Italia, Turki, Irak, Iran, India, dan Cina.
Mereka bekerja sebagai pedagang, pengusaha, pegawai negeri, dokter, pengacara, guru, wartawan, dan lain-lain. Mereka juga terlibat dalam gerakan Zionis, yaitu gerakan nasionalis Yahudi yang bertujuan untuk mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina.
Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), orang Yahudi di Indonesia mengalami diskriminasi dan penganiayaan. Mereka harus memakai tanda khusus berupa bintang Daud kuning di pakaian mereka.
Baca Juga Mengenal Freemason, Organisasi Kontroversial yang Kerap Dikaitkan Yahudi
Mereka juga dibatasi dalam pekerjaan, pendidikan, pergerakan, dan hak-hak sipil lainnya. Beberapa dari mereka ditangkap dan dikirim ke kamp-kamp interniran.
Pada masa kolonial Belanda, jumlah orang Yahudi di Indonesia mencapai sekitar 2.000 orang. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugal, Italia, Turki, Irak, Iran, India, dan Cina.
Mereka bekerja sebagai pedagang, pengusaha, pegawai negeri, dokter, pengacara, guru, wartawan, dan lain-lain. Mereka juga terlibat dalam gerakan Zionis, yaitu gerakan nasionalis Yahudi yang bertujuan untuk mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina.
Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), orang Yahudi di Indonesia mengalami diskriminasi dan penganiayaan. Mereka harus memakai tanda khusus berupa bintang Daud kuning di pakaian mereka.
Baca Juga Mengenal Freemason, Organisasi Kontroversial yang Kerap Dikaitkan Yahudi
Mereka juga dibatasi dalam pekerjaan, pendidikan, pergerakan, dan hak-hak sipil lainnya. Beberapa dari mereka ditangkap dan dikirim ke kamp-kamp interniran.
Lihat Juga :