BATAN Bangun Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi
Selasa, 04 Agustus 2020 - 08:54 WIB
Dia menambahkan, secara umum sistem pemantauan zat radioaktif di kawasan nuklir Serpong sudah ada. Baik yang dalam bentuk perangkat keras, maupun perangkat lunak. Namun sistem ini bekerja secara terpisah.
"Pada sistem pemantau zat radioaktif yang baru ini, akan dilakukan peningkatan sistem pemantauan. Jadi celah yang memungkinkan suatu zat radioaktif tidak terpantau bisa ditutup," sambungnya. (Baca juga; Bisnis Limbah Nuklir Ilegal Pegawai Batan Sudah Berlangsung 10 Tahun )
Peningkatan sistem ini, dilakukan dengan mengintegrasikan sistem pemantauan, pengelolaan limbah radioaktif, dan pengamanan yang berbasis digital. Sistem pemantauan zat radioaktif ini ditargetkan rampung pada tahun 2022.
"Di tahun 2020 ini akan dilakukan 3 hal, yakni pembenahan standar operasional prosedur, pengembangan sistem informasi untuk memantau portal monitor radiasi, dan pemasangan 2 unit portal monitor radiasi," jelasnya.
Bukan tanpa kendala, pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif hasil rancang bangun BATAN, melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) ini terdapat komponen utama berupa detektor yang masih harus diimpor.
"Pada sistem pemantau zat radioaktif yang baru ini, akan dilakukan peningkatan sistem pemantauan. Jadi celah yang memungkinkan suatu zat radioaktif tidak terpantau bisa ditutup," sambungnya. (Baca juga; Bisnis Limbah Nuklir Ilegal Pegawai Batan Sudah Berlangsung 10 Tahun )
Peningkatan sistem ini, dilakukan dengan mengintegrasikan sistem pemantauan, pengelolaan limbah radioaktif, dan pengamanan yang berbasis digital. Sistem pemantauan zat radioaktif ini ditargetkan rampung pada tahun 2022.
"Di tahun 2020 ini akan dilakukan 3 hal, yakni pembenahan standar operasional prosedur, pengembangan sistem informasi untuk memantau portal monitor radiasi, dan pemasangan 2 unit portal monitor radiasi," jelasnya.
Bukan tanpa kendala, pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif hasil rancang bangun BATAN, melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) ini terdapat komponen utama berupa detektor yang masih harus diimpor.
Lihat Juga :