Kisah Perjalanan Spiritual Pangeran Diponegoro Bertapa di Pesisir Selatan Yogya

Kamis, 05 Oktober 2023 - 05:54 WIB
Pangeran Dipowijoyo I, putra Sultan Pertama pun mengubah namanya menjadi Pangeran Muhammad Abubakar, saat bersiap diri menunaikan ibadah haji ke Mekkah pada 1810.

Sebelum perjalanan ini, Diponegoro mencukur rambutnya agar selama berkelana ke pesantren - pesantren tidak menarik perhatian para santri.

Baca Juga: Kisah Lembu Ampal Ajudan Pribadi Penguasa Singasari yang Gagal Jalankan Tugas Pembunuhan

Pangeran Diponegoro seorang kasta tertinggi dan orang yang dihormati memilih untuk menyamar dengan mengenakan pakaian biasa, sehingga hanya sedikit orang yang dapat mengenalinya.

Busana pakaian kepangeranannya ia tanggalkan, lalu ia berganti busana Jawa berkerah tinggi dengan selendang yang dililitkan di pinggang dan penutup kepala dari batik tulis, dengan busana sehari - hari kaum santri abad ke – 18.

Yaitu kain sarung kasar yang dipadu dengan baju putih, tanpa kancing dan baju tak berkerah, dengan surban hijau atau putih sebagai penutup kepala.Babad Diponegoro mencatat perjalanan dari Tegalrejo dan memulai kehidupan sebagai santri.

Dia berkelana dengan mengunjungi pesantren - pesantren dan masjid - masjid. Di sana Diponegoro hidup bersama para santri biasa. Tetapi tidak bisa dipastikan pesantren mana saja yang pernah dikunjungi Diponegoro.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!