Kisah Pelarian DN Aidit setelah G30S PKI, Kabur dan Habisi Pemimpin Desa di Yogyakarta

Selasa, 03 Oktober 2023 - 06:20 WIB
Pada 1 Oktober 1965 sehari peristiwa G30S PKI, muncul aksi unjuk rasa di Yogyakarta. Para demonstran menyatakan mendukung Gerakan 30 September 1965.

Di Surakarta (Solo), yakni tetangga Yogyakarta, juga muncul dukungan serupa. Bahkan keberpihakan terhadap G30 S PKI itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Surakarta.

DN Aidit menjejakkan kaki di Yogyakarta pada 2 Oktober 1965 setelah pasukan RPKAD yang dipimpin Sarwo Edhie Wibowo mengepung Halim Perdanakusuma.

Baca Juga: Ungkapan Penyesalan Ketua PKI DN Aidit Sebelum Tertangkap dan Ditembak Mati

Pada 9 Oktober 1965, dua batalyon para komando (RPKAD) dikirim ke Yogyakarta untuk memburunya.

Pertempuran antara tentara PKI dengan para komando tak terelakkan. Dalam waktu singkat orang-orang PKI berhasil ditaklukkan. “Pada akhir November semua perlawanan mereka yang terorganisasi berakhir”.

Kendati demikian DN Aidit berhasil meloloskan diri. Selama tiga minggu ia bersembunyi di Surakarta, yakni berlari dari satu pos ke pos lain. Aidit sudah lama terkenal licin dan sulit ditangkap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!