Memprihatinkan, Sisa Kejayaan Kerajaan Sunda Ini Kini Terbengkelai di Tepian DAS Citarum
Jum'at, 29 September 2023 - 00:13 WIB
Di sebelah area candi, terdapat tembok pagar tinggi yang menjadi pagar kompleks perumahan. Kabarnya, perumahan tersebut dibangun sekitar tahun 2016 silam. Tak ada lampu penerangan di sana.
Ketua RT 5 RW 4 Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Didin Samsudin mengatakan, kini tidak banyak lagi orang yang datang untuk mengunjungi Candi Bojongemas. Bahkan, orang sudah acuh dengan bangunan candi tersebut.
"Yang datang rata-rata anak SD, dan SMP. Mereka sengaja melihat dan menanyakan asal-usul candi. Kebetulan di daerah ini dekat dengan lokasi pendidikan ada SD, SMP, dan SMK," kata Didin, Kamis (28/9/2023).
Sebetulnya, kata Didin, warga bersama pengurus RT dan RW rutin melakukan pemeliharaan candi, namun belum optimal. Pihak RT dan RW, lanjut Didin, masih seadanya memelihara candi dengan dana terbatas.
Baca juga: Terungkap! Sebelum Bacok Gurunya, MAR Sempat Bimbang di Jembatan
"Kami dari pihak kepengurusan RT dan RW belum sempat membenahi lagi, utamanya untuk masalah pemeliharaan rumput. Biasanya sebulan sekali, kami rutin membersihkan rumput," terang Didin.
Didin berharap, pihak manapun yang bertanggung jawab terhadap keberadaan candi memberikan bantuan. Pasalnya, kata dia, candi tersebut menjadi salah satu aset yang juga bisa menjadi sumber pariwisata di wilayahnya.
Ketua RT 5 RW 4 Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Didin Samsudin mengatakan, kini tidak banyak lagi orang yang datang untuk mengunjungi Candi Bojongemas. Bahkan, orang sudah acuh dengan bangunan candi tersebut.
"Yang datang rata-rata anak SD, dan SMP. Mereka sengaja melihat dan menanyakan asal-usul candi. Kebetulan di daerah ini dekat dengan lokasi pendidikan ada SD, SMP, dan SMK," kata Didin, Kamis (28/9/2023).
Sebetulnya, kata Didin, warga bersama pengurus RT dan RW rutin melakukan pemeliharaan candi, namun belum optimal. Pihak RT dan RW, lanjut Didin, masih seadanya memelihara candi dengan dana terbatas.
Baca juga: Terungkap! Sebelum Bacok Gurunya, MAR Sempat Bimbang di Jembatan
"Kami dari pihak kepengurusan RT dan RW belum sempat membenahi lagi, utamanya untuk masalah pemeliharaan rumput. Biasanya sebulan sekali, kami rutin membersihkan rumput," terang Didin.
Didin berharap, pihak manapun yang bertanggung jawab terhadap keberadaan candi memberikan bantuan. Pasalnya, kata dia, candi tersebut menjadi salah satu aset yang juga bisa menjadi sumber pariwisata di wilayahnya.
Lihat Juga :