Sejarah Kerajaan Aceh: Asal-usul, Kejayaan, Keruntuhan, hingga Daftar Raja

Kamis, 21 September 2023 - 16:57 WIB
Pernah mengalami puncak kejayaan, Kerajaan Aceh juga melewati fase kemunduran hingga keruntuhannya. Era kemunduran ini menerpa usai wafatnya Sultan Iskandar Muda pada 1636.

Pasca meninggalnya Sultan Iskandar Muda, penerusnya yang ditunjuk adalah Sultan Iskandar Thani. Sayang, setelahnya Kerajaan Aceh mengalami berbagai konflik, termasuk perebutan kekuasaan.

Keadaan makin runyam ketika Belanda semakin menunjukan kekuasaannya di Sumatera dan Selat Malaka. Mereka pun terpaksa berperang sebelum akhirnya benar-benar tumbang.

4. Daftar Raja



Sepanjang riwayatnya, Kerajaan Aceh telah dipimpin puluhan raja berbeda. Berikut daftarnya.

- Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M)

- Sultan ‘Adilullah bin Munawwar Syah (1530-1540)

- Sultan ‘Ali Ri’ayah Syah bin Munawwar Syah (1540)

- Sultan Salahuddin bin Ali Malik az Zahir (1540-1548)

- Sultan Alauddin bin Ali Malik az Zahir (1537-1568)

- Sultan Ali bin Alauddin Malik az Zahir (1568-1571)

- Sultan Sri Alam (1575-1576)

- Sultan Zainal Abidin ibn Abdullah (1576-1577)

- Sultan Ala‘ al-Din Mansur Syah (1577-1589 M)

- Sultan Buyong (1589-1596 M)

- Sultan Ala‘ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil (1596-1604 M)

- Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607 M)

- Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M)

- Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M)

- Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675 M)

- Sri Ratu Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678 M)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!