Ini Penyebab Suhu Dingin dan Prediksi Puncak Kemarau di Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 14:04 WIB
BMKG menyatakan, musim kemarau kini tengah terjadi pada 69% dari 342 daerah ZOM di Indonesia.Foto/SINDOphoto/Ilustrasi.dok
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, musim kemarau kini tengah terjadi pada 69% dari 342 daerah ZOM di Indonesia. Hal ini seiring dengan penguatan angin Monsun Australia yang mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia dan wilayah Benua Maritim Indonesia.

Wilayah-wilayah yang sebagian besarnya tengah mengalami musim kemarau di antaranya, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Barat, pesisir utara Banten, DKI, Sumatera Selatan bagian timur, Jambi bagian timur, sebagian besar Riau, sebagian besar Sumatera Utara, pesisir timur Aceh, Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Timur bagian timur, Kalimantan Selatan bagian utara, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Maluku bagian barat, Papua Barat bagian timur, dan Papua bagian utara dan selatan.



"Menguatnya aliran angin Monsun Australia biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem tekanan tinggi atmosfer di atas Benua Australia yang mendorong masa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya," ungkap Kabag Humas BMKG , Taufan Maulana, Sabtu (1/8/2020).

Taufan menuturkan, saat ini kecepatan angin terutama di bagian selatan Jawa dan Bali dilaporkan menunjukkan kecepatan angin yang lebih kuat (Lombok, Denpasar, Solo, Jogja, Bandung: 10-20 knot; Jakarta, Semarang, Surabaya: 5-10 knot, dengan 1 knot-0.5 m/s). (Baca: Antisipasi Penumpukan Penumpang, DKI Siapkan Bus Transjakarta Sapu Jagat)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!