Kisah Putusnya Persahabatan Mataram dan Banten Akibat Kegagalan Perkawinan Anak Pejabat

Senin, 11 September 2023 - 06:34 WIB
Bagaimana pun, pertukaran pikiran yang simbolis ini mengandung sifat yang sengit serta menunjuk kepada hubungan yang semakin dingin, dan pasti akan pecah menjadi peperangan. Adanya ketegangan ini menggembirakan orang di Batavia.

Menurut Truijtman utusan Belanda di Batavia, kedua belah pihak bagaikan dua musuh besar, yang saling amat menakuti. Demikianlah, maka pisau yang satu membuat pisau yang kedua tetap berada di dalam sarung.

Di momen menjelang perkawinan itu, bahkan konon terjadi percakapan antara Tumenggung Pati dengan penguasa wilayah Banten. Sang tumenggung meminta rekomendasi 100 gadis yang akan dibawa dan dipilih. Nantinya konon hanya dua gadis saja yang akan dipilih dari 100 gadis Banten yang diminta.

Sayang prosesi itu ditolak oleh Banten, mereka konon meminta gadis-gadis Banten untuk menolaknya. Sebab Sultan Banten ingin memilihnya sendiri siapa warganya yang akan dinikahkan dengan putra pejabat Kerajaan Mataram.

Konon hal inilah yang tak disukai Mataram sehingga memunculkan perang dingin, yang berujung pada putusnya hubungan kedua kesultanan Islam saat itu
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!