Lelah Disalahkan Warga soal Bansos, Puluhan Kades Datangi Kantor Bupati Bogor
Rabu, 29 April 2020 - 21:09 WIB
"Jangan bicara indah soal bantuan ini sehingga dampaknya ke kami (kades). Warga protes ke RT, kemudian RT datang ke kantor desa, kita jadi bahan amuk kemarahan warga. Mereka komplain bantuan karena tidak tepat sasaran," imbuhnya.
Ia mencontohkan, bantuan sosial belum sepenuhnya tersalurkan ke warga yang biasanya datang melalui RT dari kecamatan. Namun terdapat data beberapa keluarga yang diusulkan tidak sesuai di lapangan.
"Kecamatan kami datanya ada 7 desa dapat seribu sekian, faktanya yang dapat hanya 300 sekian. Kami Desa Bantarsari dapatnya 34. Harusnya desa ada yang dapat 130-an, tapi faktanya di bawah seratus, cuma 45 dan 30 saja," ungkapnya.
Belum lagi bantuan presiden yang cukup menyakitkan warga, seperti terjadi di salah satu desa yaitu Gunung Geulis, Kecamatan Megamendung. Didata hanya satu orang yang mendapatkan bantuan.
"Di kami ada Desa Candali, Kecamatan Rancabungur, bantuan presiden hanya 1, yang lain ada 12, jadi apa ini? Paling aneh itu gubernur menjanjikan ketika PSBB diberlakukan janjinya hari Rabu bantuan akan segera disalurkan, tapi sampai sekarang belum juga ada. Itu yang kemudian kami pertanyakan," tandasnya.
Ia juga menyebutkan tentang data yang digunakan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk menyalurkan bantuan ke warga terdampak merupakan data lama, yaitu data tahun 2009.
"Kami kasih data yang terbaru tapi keluar data lama, ada data tahun 2009, kan ini aneh. Data tidak update padahal kita sendiri diminta data terbaru, tapi ketika kita serahkan yang keluar itu (data lama). Ini yang kemudian menjadi komplain kami," bebernya.
Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mengakui banyak kendala dalam menepati janji pembagian bantuan terhadap warga terdampak Covid-19. Awalnya dijanjikan akan dilakukan sebelum puasa, namun kenyataannya hingga Rabu (29/4/2020) ini belum juga terealisasi.
Ia mencontohkan, bantuan sosial belum sepenuhnya tersalurkan ke warga yang biasanya datang melalui RT dari kecamatan. Namun terdapat data beberapa keluarga yang diusulkan tidak sesuai di lapangan.
"Kecamatan kami datanya ada 7 desa dapat seribu sekian, faktanya yang dapat hanya 300 sekian. Kami Desa Bantarsari dapatnya 34. Harusnya desa ada yang dapat 130-an, tapi faktanya di bawah seratus, cuma 45 dan 30 saja," ungkapnya.
Belum lagi bantuan presiden yang cukup menyakitkan warga, seperti terjadi di salah satu desa yaitu Gunung Geulis, Kecamatan Megamendung. Didata hanya satu orang yang mendapatkan bantuan.
"Di kami ada Desa Candali, Kecamatan Rancabungur, bantuan presiden hanya 1, yang lain ada 12, jadi apa ini? Paling aneh itu gubernur menjanjikan ketika PSBB diberlakukan janjinya hari Rabu bantuan akan segera disalurkan, tapi sampai sekarang belum juga ada. Itu yang kemudian kami pertanyakan," tandasnya.
Ia juga menyebutkan tentang data yang digunakan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk menyalurkan bantuan ke warga terdampak merupakan data lama, yaitu data tahun 2009.
"Kami kasih data yang terbaru tapi keluar data lama, ada data tahun 2009, kan ini aneh. Data tidak update padahal kita sendiri diminta data terbaru, tapi ketika kita serahkan yang keluar itu (data lama). Ini yang kemudian menjadi komplain kami," bebernya.
Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mengakui banyak kendala dalam menepati janji pembagian bantuan terhadap warga terdampak Covid-19. Awalnya dijanjikan akan dilakukan sebelum puasa, namun kenyataannya hingga Rabu (29/4/2020) ini belum juga terealisasi.
Lihat Juga :