Pemkab Gunungkidul Minta Kegiatan Jamaah Tabligh Dihentikan
Rabu, 29 April 2020 - 20:31 WIB
Semua warga yang positif terinfeksi COVID-19 ternyata melakukan kontak langsung dengan warga yang pulang dari Kebon Jeruk. Meski pulang dari zona merah, warga yang mengikuti kegiatan di Kebon Jeruk menolak melakukan isolasi mandiri. Belakangan diketahui, dia ternyata positif corona.
"Dia masih saja beraktivitas ke berbagai tempat, termasuk dakwah. Makanya tracing kita sampai sekitar 160-an orang," kata Immawan.
Setelah dilakukan rapid test, diketahui 19 orang reaktif. Mereka kemudian menjalani uji swab, dan hasilnya tiga orang positif, empat negatif, dan 12 orang lainnya masih menunggu hasil laboratorium. Karena warga resah dan untuk menjaga mereka tidak beraktivitas kembali, maka Pemkab memutuskan menerapkan karantina massal.
"Kita masih menunggu hasil swab atas warga tersebut. Namun untuk kegiatan sudah kita koordinasikan dengan pihak kepolisian agar ditiadakan," katanya.
"Dia masih saja beraktivitas ke berbagai tempat, termasuk dakwah. Makanya tracing kita sampai sekitar 160-an orang," kata Immawan.
Setelah dilakukan rapid test, diketahui 19 orang reaktif. Mereka kemudian menjalani uji swab, dan hasilnya tiga orang positif, empat negatif, dan 12 orang lainnya masih menunggu hasil laboratorium. Karena warga resah dan untuk menjaga mereka tidak beraktivitas kembali, maka Pemkab memutuskan menerapkan karantina massal.
"Kita masih menunggu hasil swab atas warga tersebut. Namun untuk kegiatan sudah kita koordinasikan dengan pihak kepolisian agar ditiadakan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :