Udara di Jakarta Buruk, Anggota DPRD DKI Kenneth: Pemprov Harus Ambil Langkah Konkret
Kamis, 17 Agustus 2023 - 15:05 WIB
"Harus ada aksi dan langkah konkret terkait permasalahan ini. Pemimpin itu harus berani mengambil risiko untuk membuat suatu kebijakan, jangan takut, pro dan kontra itu biasa. Kita harus bisa melihat suatu permasalahan secara utuh, faktor urgensinya di lapangannya seperti apa. Jangan sampai korban banyak berjatuhan baru bergerak, jadi harus dilakukan langkah taktis dan cepat," tegas Kenneth dalam keterangannya, Kamis (17/8/2023).
Dalam menindak lanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait permasalahan polusi udara, Kent sudah meminta instansi terkait melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk wilayah Jabodetabek. Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL) PPRA Angkatan LXII itu menuturkan, berdasarkan penjelasan BMKG, potensi awan yang bisa semai di atas DKI Jakarta memang sudah minim, dan solusinya harus mencari bibit awan di daerah selatan di dataran tinggi sekitar wilayah Bogor dan Cianjur.
Menurut BMKG, awan itu bisa terbentuk karena dua hal. Pertama bisa karena konveksi (penjalaran panas) matahari bersinar menyinari bumi lalu terjadi penguapan. Penguapan ini yang membentuk awan. Saat sekarang mekanisme seperti ini sangat kecil kemungkinannya, karena kondisi kemarau.
Kedua, mekanisme orografis. Jadi pembentukan awan orografis ini bisa dibentuk di sebelah Selatan Jakarta, karena ada Gunung Gede, Pangrango dan Salak. Mekanismenya, ketika angin menabrak gunung, angin terangkat dan terbentuklah awan di sekitar pegunungan tersebut.
"Awan-awan ini lah yang masih bisa di semai. Mulailah dari hulu dahulu dengan harapan kalau wilayah selatan hujan, dan jika memang ada polutan berasal dari selatan bisa di kurangi, polutan ini sumbernya ada dua kemungkinan, bisa dari sumber polutan lokal atau dari sumber polutan di luar DKI," beber Kent.
Lihat Juga :