Kisah Inspiratif Kelompok Tani di OKI, Budi Daya Jamur Beromzet Belasan Juta

Senin, 07 Agustus 2023 - 12:45 WIB
Jamur hasil budi daya mereka dijual ke pasar tradisional. Sebelumnya, mereka dapat menjual 20 kg jamur per hari. Sayangnya, harga komoditas perkebunan turun sehingga berdampak terhadap omzet jamur merang sehingga turun 30%, menjadi hanya 16 kg per hari. “Kalau dijual di pasar besar masih bisa sampai 20 kg,” ujarnya.

Untuk memproduksi jamur, pihaknya membutuhkan 40 ton tandan kosong (tankos) kelapa sawit per bulan. Tankos tersebut dimanfaatkan sebagai media tanam. Awalnya, pihaknya membeli tankos Rp500.000 per mobil. Jika dalam sebulan kelompok usaha itu membutuhkan 10 mobil atau setara 40 ton, maka mereka harus menggelontorkan Rp5 juta per bulan atau 50% dari total biaya produksi.

Kelompok usaha tersebut kemudian mendapatkan tawaran dari PT Tania Selatan (Wilmar Group) untuk menerima pasokan tankos. Bantuan tersebut termasuk dalam Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat yang telah berlangsung sejak 2016. “Kami menyambut baik karena sangat bermanfaat bagi kami,” terangnya.

Community Development Supervisor PT Tania Selatan Sunardi Reza menjelaskan, bantuan pasokan tankos itu merupakan salah satu implementasi membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Selain di OKI, pihaknya telah membantu dua kelompok usaha budidaya jamur merang lainnya di Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyu Asin. ”Selain memasok tankos untuk media tanam, perusahaan juga memfasilitasi pembangunan kumbung senilai Rp5,3 juta per unit,” katanya.

PT Tania Selatan juga telah melaksanakan pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti usaha ikan keramba, budidaya kambing, budidaya ikan belut dan lainnya. “Kami berharap keberadaan perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar operasional kami,” ujarnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!