20 Karyawan PT Petro China Terinfeksi Corona, Anggota DPRD Berang
Rabu, 29 Juli 2020 - 09:47 WIB
Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat Suprayogi Saiful berang dan mengamuk begitu tahu penanganan 20 karyawan terinfeksi virus Corona di perusahaan minyak dan gas PT Petro China tidak serius. Foto iNews TV/M Fatih A
TANJUNGJABUNG - Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, Jambi Suprayogi Saiful berang dan mengamuk begitu tahu penanganan 20 karyawan terinfeksi virus Corona di perusahaan minyak dan gas PT Petro China tidak serius. Dimana anggota Dewan dari Fraksi Partai Golkar ini menuding pihak perusahaan tidak mengikuti protokol kesehatan dalam penanganan para karyawan yang sudah terinfeksi COVID-19 di ruang isolasi yang disediakan pihak perusahaan tersebut.
Hal ini diketahui dari video call yang dilakukan langsung terhadap salah satu pasien COVID-19 yang sedang diisolasi di ruangan isolasi bagi pasien yang terpapar virus Corona di dalam perusahaan. (Baca: Artis VS Diamankan di Kamar Hotel Berbintang, Polisi Telusuri Penguna Jasa Kencan)
Dimana ruang isolasi tidak memadai dan tak layak. Selain itu tidak ada protokol kesehatan yang jelas dan tidak ada sekuriti serta RS tempat isolasi pasien yang merupakan RS Siloam tidak masuk rumah sakit rujukan untuk penanganan COVID-19.
“Saya menyesalkan penanganan pasien COVID 19 yang tidak jelas dan tidak dirujuk ke rumah sakit yang telah direkomendasikan oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ini tentunya menunjukan ketidakseriusan perusahaan dalam penanganan COVID-19,” kata dia, Rabu (29/7/2020). . (Baca juga: Diduga Prostitusi Online, Artis VS Digerebek di Kamar Hotel Berbintang)
Hal ini diketahui dari video call yang dilakukan langsung terhadap salah satu pasien COVID-19 yang sedang diisolasi di ruangan isolasi bagi pasien yang terpapar virus Corona di dalam perusahaan. (Baca: Artis VS Diamankan di Kamar Hotel Berbintang, Polisi Telusuri Penguna Jasa Kencan)
Dimana ruang isolasi tidak memadai dan tak layak. Selain itu tidak ada protokol kesehatan yang jelas dan tidak ada sekuriti serta RS tempat isolasi pasien yang merupakan RS Siloam tidak masuk rumah sakit rujukan untuk penanganan COVID-19.
“Saya menyesalkan penanganan pasien COVID 19 yang tidak jelas dan tidak dirujuk ke rumah sakit yang telah direkomendasikan oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ini tentunya menunjukan ketidakseriusan perusahaan dalam penanganan COVID-19,” kata dia, Rabu (29/7/2020). . (Baca juga: Diduga Prostitusi Online, Artis VS Digerebek di Kamar Hotel Berbintang)
Lihat Juga :