Ridwan Kamil Dorong BUMD Agresif Tangkap Peluang Bisnis di Era AKB
Senin, 27 Juli 2020 - 22:19 WIB
Kedua, peluang swasembada pangan untuk kebutuhan dalam provinsi atau dalam negeri. Ketiga, pengembangan pariwisata yang digabungkan dengan pelayanan kesehatan layaknya di Singapura atau Penang, Malaysia.
Peluang keempat, yakni memanfaatkan otomasi Revolusi Industri 4.0. BUMD di Jabar, kata Kang Emil, harus menerapkannya dengan melakukan digitalisasi layanan dan optimalisasi karyawannya.
Kelima, peluang pengembangan usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi. Keenam, bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan, contohnya pemasaran kendaraan listrik atau energi terbarukan. "Terakhir adalah memaksimalkan potensi pariwisata dan wisatawan lokal di Jawa Barat," ujar Kang Emil.
Menjawab keinginan Kang Emil, Ketua Forum BUMD Jabar Deni Nurdyana Hadimin mengatakan, BUMD akan terus berupaya menggarap berbagai bisnis yang berpotensi berkembang selama pandemi COVID-19, di antaranya bisnis kesehatan, e-commerce, teknologi informasi, dan pangan.
"Kita sedang bersiap ngabret. Seperti diketahui, sektor pariwisata dan penerbangan sendiri sekarang tengah terpukul dengan adanya pandemi. Kita akan berusaha tetap survive dan mengembangkan bisnis-bisnis yang jadi winner di tengah pandemi ini," kata Deni.
Deni yang juga Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar ini mengatakan, jika dulu Jaswita Jabar terkenal dengan sebutan juragan kontrak karena hanya mengontrakkan aset-aset milik Pemprov Jabar, kini perusahaannya mulai mengelola restoran atau hotel di luar negeri seperti Turki, Jordania, dan Aljazair, selain sejumlah hotel dan restoran di Jabar.
Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar, Begin Troys juga mengatakan, BUMD yang dipimpinnya berencana mulai menggarap bisnis lain di luar usaha pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Offshore North West Java (ONWJ).
Peluang keempat, yakni memanfaatkan otomasi Revolusi Industri 4.0. BUMD di Jabar, kata Kang Emil, harus menerapkannya dengan melakukan digitalisasi layanan dan optimalisasi karyawannya.
Kelima, peluang pengembangan usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi. Keenam, bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan, contohnya pemasaran kendaraan listrik atau energi terbarukan. "Terakhir adalah memaksimalkan potensi pariwisata dan wisatawan lokal di Jawa Barat," ujar Kang Emil.
Menjawab keinginan Kang Emil, Ketua Forum BUMD Jabar Deni Nurdyana Hadimin mengatakan, BUMD akan terus berupaya menggarap berbagai bisnis yang berpotensi berkembang selama pandemi COVID-19, di antaranya bisnis kesehatan, e-commerce, teknologi informasi, dan pangan.
"Kita sedang bersiap ngabret. Seperti diketahui, sektor pariwisata dan penerbangan sendiri sekarang tengah terpukul dengan adanya pandemi. Kita akan berusaha tetap survive dan mengembangkan bisnis-bisnis yang jadi winner di tengah pandemi ini," kata Deni.
Deni yang juga Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar ini mengatakan, jika dulu Jaswita Jabar terkenal dengan sebutan juragan kontrak karena hanya mengontrakkan aset-aset milik Pemprov Jabar, kini perusahaannya mulai mengelola restoran atau hotel di luar negeri seperti Turki, Jordania, dan Aljazair, selain sejumlah hotel dan restoran di Jabar.
Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar, Begin Troys juga mengatakan, BUMD yang dipimpinnya berencana mulai menggarap bisnis lain di luar usaha pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Offshore North West Java (ONWJ).
Lihat Juga :