Perundungan di Dunia Maya Marak, Lakukan Langkah Ini untuk Mencegahnya

Kamis, 22 Juni 2023 - 20:41 WIB
Dalam diskusi luring yang digelar "chip in" dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu, Abdul Latif menyebut cyberbullying paling banyak terjadi melalui media sosial. Platform media sosial yang jamak digunakan, yaitu aplikasi percakapan WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

”Adapun perilaku cyberbullying yang paling sering dilakukan adalah kekerasan siber (harassment), pencemaran nama baik (denigration), serta pengucilan (exclusion),” jelas Abdul. Baca juga: Keterlaluan! 5 Pelajar di Cianjur Dipaksa Cium Kaki Senior, Ditendang hingga Ditabrak Motor

Menurutnya, cyberbullying dapat mempengaruhi mental, emosional, hingga fisik para korban. Untuk itu ia berpesan kepada remaja pengguna digital selalu waspada dan berhati-hati berada di dunia maya. ”Salah satu langkah mencegah cyberbullying, verifikasi informasi dan teman yang belum dikenal,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Tltutor PJJ Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Herman Purba, doxing atau membagikan data personal seseorang ke dunia maya merupakan salah satu bentuk perundungan yang kerap terjadi di media digital.

"Bentuk lainnya, yakni: cyberstalking (memata-matai), revenge porn (balas dendam dengan menyebarkan foto/video vulgar), dan body shaming (penghinaan fisik)," kata Herman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!