Lebih Pilih Buka Mall daripada Pasar, Risma Dinilai Pro Kapitalis

Jum'at, 24 Juli 2020 - 21:20 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dianggap lebih mengutamakan kepentingan para pengusaha besar dibanding masyarakat kecil karena telah menutup pasar tradisional. Tampak foto Pasar Keputran yang ditutup sepekan. Dokumen/SINDOnews
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dianggap lebih mengutamakan kepentingan para pengusaha besar dibanding masyarakat kecil. Pasalnya, Risma membiarkan mall di Surabaya tetap buka, sedangkan pasar tradisional ditutup.

Belum lama ini, Pasar Keputran Utara kembali ditutup karena dianggap sebagai klaster penyebaran Covid-19. Penutupan pasar yang berlokasi di jalan Urip Sumoharjo itu disampaikan oleh wakil sekertaris gugus tugas percepatan penangan Covid-19 Surabaya, Irvan Widianto.



"Kami sebagai gugus tugas merekomendasikan Pasar Keputran diliburkan dulu. Kami tidak lockdown, tapi diliburkan dulu," ujar Irvan.

Langkah Pemkot yang menutup Pasar Keputran dengan alasan mencegah penyebaran Covid-19 itu dinilai tak adil. Pasalnya, kebijakan Risma dinilai hanya menyasar kalangan bawah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!