Mario Dandy Belum Disidangkan, Keluarga D: Kalau Gitu Bebaskan Saja!
Selasa, 23 Mei 2023 - 12:15 WIB
Perwakilan keluarga D, Alto Luger. Foto/MPI/Dok
JAKARTA - Keluarga D (15) mengaku lelah dengan proses penanganan kasus penganiayaan berat yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo yang hingga kini belum rampung. Bahkan, keluarga D meminta agar Mario Dandy dibebaskan karena ketidakjelasan kasus tersebut.
Hal ini disampaikan perwakilan keluarga D, Alto Luger melalui akun Twitter-nya. Alto mengatakan, pihak keluarga merasa lelah dengan ketidakjelasan dari perkembangan kasus tersebut.
“Dear Polda Metro Jaya, kami keluarga David Ozora yang mengikuti perkembangan kasus hukum atas tersangka utama Mario Dandy, penganiaya berat dengan perencanaan atas anak kami David merasa capek dengan ketidakjelasan perkembangan kasus ini,” tulis Alto Luger di akun Twitter-nya @AltoLuger yang dilihat Selasa (23/5/2023).
Dengan ketidakjelasan tersebut, Alto menilai sebaiknya Mario Dandy cs dibebaskan saja lantaran pengusutan kasus yang tidak jelas.
Baca: Aniaya Anak Pengurus GP Ansor Secara Brutal, Mario Dandy: Sangat Menyesal
Alto juga memberikan sindiran sekaligus meminta agar Mario Dandy dinobatkan sebagai duta ‘free kick’ oleh Polda Metro Jaya.
Hal ini disampaikan perwakilan keluarga D, Alto Luger melalui akun Twitter-nya. Alto mengatakan, pihak keluarga merasa lelah dengan ketidakjelasan dari perkembangan kasus tersebut.
“Dear Polda Metro Jaya, kami keluarga David Ozora yang mengikuti perkembangan kasus hukum atas tersangka utama Mario Dandy, penganiaya berat dengan perencanaan atas anak kami David merasa capek dengan ketidakjelasan perkembangan kasus ini,” tulis Alto Luger di akun Twitter-nya @AltoLuger yang dilihat Selasa (23/5/2023).
Dengan ketidakjelasan tersebut, Alto menilai sebaiknya Mario Dandy cs dibebaskan saja lantaran pengusutan kasus yang tidak jelas.
Baca: Aniaya Anak Pengurus GP Ansor Secara Brutal, Mario Dandy: Sangat Menyesal
Alto juga memberikan sindiran sekaligus meminta agar Mario Dandy dinobatkan sebagai duta ‘free kick’ oleh Polda Metro Jaya.