Wagub Emil Dorong Anak Muda Terjun ke Dunia Politik
Selasa, 23 Mei 2023 - 08:17 WIB
Selain melalui politik, anak muda juga bisa bersuara lewat beragam media. Terlebih saat ini kemajuan teknologi informasi semakin pesat. Zaman dulu, harus berdemo besar-besaran untuk mendapat atensi, sekarang hanya dengan satu postingan di media sosial yang kemudian viral, bisa menjadi atensi pemangku kebijakan.
Namun, Emil menekankan pentingnya melakukan validasi data sebelum bersuara di media sosial. Sebab, kemajuan teknologi informasi ini juga berimplikasi pada disrupsi informasi yang terjadi pada hari ini.
"Di Pemprov Jatim, kami juga memberikan ruang untuk masyarakat termasuk anak-anak muda untuk bersuara. Salah satunya melalui SP4N (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik) Lapor," ujarnya.
SP4N Lapor merupakan sistem yang terintegrasi secara nasional. Setiap aduan yang masuk akan tercatat di tingkat nasional, kemudian diturunkan ke pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk ditindak lanjuti. Masyarakat juga bisa memonitor tindak lanjut dari pemerintah terhadap aduannya secara realtime. "Selain itu, anak muda juga bisa menyuarakan aspirasinya melalui wakil rakyat di DPR dan DPRD," imbuhnya.
Menurutnya, peran anak muda sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah maupun negara. Terlebih saat ini Indonesia tengah bersiap menghadapi bonus demografi. Dimana jumlah penduduk berusia produktif mencapai 70 persen di tahun 2045. "Peranan anak muda ini juga yang beberapa tahun belakangan kami akomodir. Salah satunya melalui Millenial Job Center (MJC)," ujarnya.
Namun, Emil menekankan pentingnya melakukan validasi data sebelum bersuara di media sosial. Sebab, kemajuan teknologi informasi ini juga berimplikasi pada disrupsi informasi yang terjadi pada hari ini.
"Di Pemprov Jatim, kami juga memberikan ruang untuk masyarakat termasuk anak-anak muda untuk bersuara. Salah satunya melalui SP4N (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik) Lapor," ujarnya.
SP4N Lapor merupakan sistem yang terintegrasi secara nasional. Setiap aduan yang masuk akan tercatat di tingkat nasional, kemudian diturunkan ke pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk ditindak lanjuti. Masyarakat juga bisa memonitor tindak lanjut dari pemerintah terhadap aduannya secara realtime. "Selain itu, anak muda juga bisa menyuarakan aspirasinya melalui wakil rakyat di DPR dan DPRD," imbuhnya.
Menurutnya, peran anak muda sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah maupun negara. Terlebih saat ini Indonesia tengah bersiap menghadapi bonus demografi. Dimana jumlah penduduk berusia produktif mencapai 70 persen di tahun 2045. "Peranan anak muda ini juga yang beberapa tahun belakangan kami akomodir. Salah satunya melalui Millenial Job Center (MJC)," ujarnya.
(msd)
Lihat Juga :