DP3A-P2KB Kota Surabaya Beberkan Penyebab Meningkatnya Kasus Kekerasan Terhadap Anak
Jum'at, 19 Mei 2023 - 13:12 WIB
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Kota Surabaya membeberkan faktor penyebab timbulnya kasus kekerasan terhadap anak. Foto SINDOnews
SURABAYA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Kota Surabaya membeberkan faktor penyebab timbulnya kasus kekerasan terhadap anak . Salah satu penyebab utamanya adalah karena keluarga yang tidak utuh.
Kepala DP3A-P2KB Kota Surabaya, Ida Widayati menyampaikan bahwa faktor keluarga yang tidak harmonis atau tidak untuh menjadi pemicu kekerasan terhadap anak. Baca juga: Dihadiri Kepala BKN-RI, Bupati Ingatkan Birokrasi Harus Cepat, Melayani dan Bebas Pungli
"Jadi keutuhan keluarga itu sangat penting. Dalam peristiwa yang selama ini terjadi, itu memang tidak utuh keluarganya, ibunya sudah tidak ada (cerai), atau ayahnya tidak ada," kata Kepala DP3A-P2KB Kota Ida Widayati, Jumat (19/5/2023).
Selain keutuhan keluarga, Ida menyebut faktor terbesar lain penyebab kekerasan terhadap anak adalah dampak negatif dari media sosia l (medsos). Menurut dia, sekarang ini anak-anak banyak menggunakan gadget secara tidak sehat dan bukan hanya untuk kepentingan sekolah.
Kepala DP3A-P2KB Kota Surabaya, Ida Widayati menyampaikan bahwa faktor keluarga yang tidak harmonis atau tidak untuh menjadi pemicu kekerasan terhadap anak. Baca juga: Dihadiri Kepala BKN-RI, Bupati Ingatkan Birokrasi Harus Cepat, Melayani dan Bebas Pungli
"Jadi keutuhan keluarga itu sangat penting. Dalam peristiwa yang selama ini terjadi, itu memang tidak utuh keluarganya, ibunya sudah tidak ada (cerai), atau ayahnya tidak ada," kata Kepala DP3A-P2KB Kota Ida Widayati, Jumat (19/5/2023).
Selain keutuhan keluarga, Ida menyebut faktor terbesar lain penyebab kekerasan terhadap anak adalah dampak negatif dari media sosia l (medsos). Menurut dia, sekarang ini anak-anak banyak menggunakan gadget secara tidak sehat dan bukan hanya untuk kepentingan sekolah.
Lihat Juga :