Dapat Gerobak Perindo, Penjual Lontong Mie: Semoga Partai Perindo Selalu Sukses
Kamis, 11 Mei 2023 - 15:49 WIB
Partai Perindo kembali membagikan gerobak untuk masyarakat kecil. Gerobak Perindo dibagikan kepada pelaku usaha kecil yang gerobaknya rusak dan tak ada biaya untuk mengganti yang baru. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
SURABAYA - Penjual lontong mie dan lontong sayur di Jalan Pahlawan, Kota Surabaya, Anies Nurlaily tak menyangka bakal mendapat bantuan gerobak gratis dari Partai Perindo. Gerobak Perindo tersebut dia terima dari Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Partai Perindo DPRD Jawa Timur (Jatim) Dapil 1 Surabaya, Gunawan STh, Kamis (11/5/2023).
Dalam penyerahan gerobak Perindo tersebut, Gunawan STh didampingi sejumlah Bacaleg Partai Perindo untuk DPRD Kota Surabaya. Mereka antara lain, dari Dapil 4, Fenny Manopo STh, Dapil 5 Rudy Sutanto, Dapil 4 Yulius Eko dan Dapil 3 Adhinata Wira Diputro.
Baca juga: Gerobak Perindo Bantu Ekonomi Warga di Perkampungan Surabaya
Bacaleg Partai Perindo DPRD Jatim Dapil 1 Surabaya, Gunawan STh menambahkan, penyerahan gerobak ini mewakili Bacaleg Partai Perindo untuk DPR RI (Jatim 1), Angela Tanoesoedibjo.
Anis mengaku, kondisi gerobak yang selama ini dia gunakan untuk berjualan sudah rusak dan tidak layak pakai. Saat itu, dia membeli gerobak tersebut dalam kondisi bekas pakai. Meski rusak dan tidak pakai, gerobak tersebut tetap digunakan untuk berjualan karena untuk membeli yang baru dia tidak mampu.
“Kalau beli baru mahal, Rp5 jutaan. Dari mana uang segitu,” katanya.
Dalam penyerahan gerobak Perindo tersebut, Gunawan STh didampingi sejumlah Bacaleg Partai Perindo untuk DPRD Kota Surabaya. Mereka antara lain, dari Dapil 4, Fenny Manopo STh, Dapil 5 Rudy Sutanto, Dapil 4 Yulius Eko dan Dapil 3 Adhinata Wira Diputro.
Baca juga: Gerobak Perindo Bantu Ekonomi Warga di Perkampungan Surabaya
Bacaleg Partai Perindo DPRD Jatim Dapil 1 Surabaya, Gunawan STh menambahkan, penyerahan gerobak ini mewakili Bacaleg Partai Perindo untuk DPR RI (Jatim 1), Angela Tanoesoedibjo.
Anis mengaku, kondisi gerobak yang selama ini dia gunakan untuk berjualan sudah rusak dan tidak layak pakai. Saat itu, dia membeli gerobak tersebut dalam kondisi bekas pakai. Meski rusak dan tidak pakai, gerobak tersebut tetap digunakan untuk berjualan karena untuk membeli yang baru dia tidak mampu.
“Kalau beli baru mahal, Rp5 jutaan. Dari mana uang segitu,” katanya.
Lihat Juga :