Keunikan Kampung Portugis di Aceh, Warganya Bermata Biru bak Bule
Kamis, 11 Mei 2023 - 14:15 WIB
Lokasi itulah yang menjadikan pedesaan seperti Lamno sering dikunjungi kapal-kapal Eropa. Sehingga berdampak terjadinya asimilasi dan banyak orang-orang Eropa yang tinggal menetap bahkan menikah dengan perempuan setempat.
Dalam catatan sejarahnya, keberadaan penduduk yang memiliki ciri fisik seperti bule itu berawal dari kedatangan tentara dan pelaut yang berasal dari Portugis. Mereka datang di wilayah pantai barat Aceh pada abad ke-14 hingga 16.
Meski para pelaut Portugis itu menikah dengan para perempuan yang ada disana, tetap saja ketika mereka kembali pulang ke Eropa istri dan keturunanya akan ditinggal di bumi Lamno.
Baca juga: Cerita Kampung Cilempung di Karawang, dari Kampung Santri Menjadi Kampung Begal
Keturunan merekalah yang kemudian membuat warga Lamno atau Nanggroe Daya menjadi terkenal dengan si mata biru atau dara Portugis. Karena tertarik dengan keunikannya, banyak wisatawan lokal hingga mancanegara yang mengunjunginya.
Dalam catatan sejarahnya, keberadaan penduduk yang memiliki ciri fisik seperti bule itu berawal dari kedatangan tentara dan pelaut yang berasal dari Portugis. Mereka datang di wilayah pantai barat Aceh pada abad ke-14 hingga 16.
Meski para pelaut Portugis itu menikah dengan para perempuan yang ada disana, tetap saja ketika mereka kembali pulang ke Eropa istri dan keturunanya akan ditinggal di bumi Lamno.
Baca juga: Cerita Kampung Cilempung di Karawang, dari Kampung Santri Menjadi Kampung Begal
Keturunan merekalah yang kemudian membuat warga Lamno atau Nanggroe Daya menjadi terkenal dengan si mata biru atau dara Portugis. Karena tertarik dengan keunikannya, banyak wisatawan lokal hingga mancanegara yang mengunjunginya.
Lihat Juga :