Libur Lebaran 2023 di Taman Mini Ada Lapak Baca Buku Gratis
Minggu, 23 April 2023 - 16:45 WIB
Edi Dimyati (45) warga asal Cibubur, Jakarta Timur membuka lapak baca buku gratis di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Foto/Jonathan Simanjuntak
JAKARTA - Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ) menjadi salah satu tempat wisata favorit di Jakarta untuk liburan Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah. Nah, di tengah keramaian kawasan wisata Jakarta Timur itu ada seorang pria yang justru datang untuk membuka lapak baca buku gratis.
Dia adalah Edi Dimyati (45) warga asal Cibubur, Jakarta Timur. Hari ini, ia membuka lapaknya dalam rangka Hari Buku Sedunia di Tugu Api, dan menjadi sasaran pengunjung TMII untuk berpiknik.
“Hari ini saya di Taman Mini dengan kargobaca, itu adalah sepeda perpustakaan yang bergerak menghadirkan perpustakaan di mana-mana,” ujar Edi saat ditemui MNC Portal Indonesia, Minggu (24/3/2023).
Baca juga: Ini 10 Destinasi Wisata di Jatim yang Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran
Edi menjalankan kegiatan itu bukan untuk meraup keuntungan dari pengunjung yang diketahuinya akan ramai berdatangan. Kegiatannya semata-mata dilakukan untuk berbagi informasi.
“Tujuannya ingin berbagi informasi karena di rumah juga banyak buku. Kalau di rumah kan yang bisa mengakses hanya saudara dekat. Makanya ini dilakukan untuk menyuguhkan kepada masyarakat luar,” tuturnya.
Dia adalah Edi Dimyati (45) warga asal Cibubur, Jakarta Timur. Hari ini, ia membuka lapaknya dalam rangka Hari Buku Sedunia di Tugu Api, dan menjadi sasaran pengunjung TMII untuk berpiknik.
“Hari ini saya di Taman Mini dengan kargobaca, itu adalah sepeda perpustakaan yang bergerak menghadirkan perpustakaan di mana-mana,” ujar Edi saat ditemui MNC Portal Indonesia, Minggu (24/3/2023).
Baca juga: Ini 10 Destinasi Wisata di Jatim yang Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran
Edi menjalankan kegiatan itu bukan untuk meraup keuntungan dari pengunjung yang diketahuinya akan ramai berdatangan. Kegiatannya semata-mata dilakukan untuk berbagi informasi.
“Tujuannya ingin berbagi informasi karena di rumah juga banyak buku. Kalau di rumah kan yang bisa mengakses hanya saudara dekat. Makanya ini dilakukan untuk menyuguhkan kepada masyarakat luar,” tuturnya.
Lihat Juga :