Kisah SK Trimurti, Pejuang Perempuan yang Dua Kali Tolak Posisi Menteri

Rabu, 05 April 2023 - 05:16 WIB
Sebenarnya, sebagai mantan menteri, dia berhak atas rumah yang layak di kawasan Menteng. Tetapi dia menolak semua fasilitas negara yang diberikan kepadanya itu, dan memilih rumah di Jalan Kramat Lontar.

Rumah sederhana itu, dipilihnya dengan alasan ingin hidup lebih dekat dengan masyarakat kampung, dan lebih dekat dengan rakyat biasa. Hal yang sangat langka terjadi pada para pejabat saat ini.

Masa tua Trimurti dihabiskan di rumah kontrakan, di kawasan Bekasi. Di "gubuknya" itu, tidak ada benda mewah dan berharga lainnya, selain lukisan bergambar Presiden Soekarno sedang menyematkan Bintang Mahaputra tingkat V kepada dirinya.

Dalam kesederhanaan itu juga, Trimurti yang lahir dari keluarga priyayi, pada Sabtu kliwon 11 Mei 1912, di Boyolali, daerah Surakarta, dari pasangan R Ng Salim Banjaransari Mangunsuromo dan RA Saparinten binti Mangunbisomo, meninggal dunia, pada usia 96 tahun. Trimurti meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta, pada Selasa 20 Mei 2008 malam.

Jenazahnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Jabatan menteri kedua yang ditolaknya adalah, saat ditawarkan oleh Presiden Soekarno menjadi Menteri Sosial, di tahun 1959.

Saat itu, Trimurti mengatakan, dirinya ingin fokus dengan kuliah, di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia (UI). Penolakan ini, membuat Soekarno marah. Namun dia tidak meluapkannya seperti biasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!