Sudah 4.000 Lebih Pasien COVID-19 Sembuh di Sulsel
Senin, 20 Juli 2020 - 06:00 WIB
Bahkan, pada hari Senin (13/07/2020) peningkatan signifikan kembali terjadi dengan penambahan 259 pasien sembuh. Kemudian hari berikutnya ada penambahan 144 orang (14/07/2020), 113 orang (15/07/2020), lalu 211 orang (16/07/2020). Sepanjutnya tercatat ada penambahan 115 pasien sembuh (17/07/2020), kemudian 78 pasien sembuh (18/07/2020).
"Pertumbuhan kasus sudah semakin merapat ke angka (Rt) 1. Jadi trend yang bagus ini harus dapat lebih dipertahankan, dan terus disasar untuk kelompok-kelompok potensial penularan," papar dia. Baca Juga : Dalam Sepekan, Lebih 100 Orang Pasien COVID-19 di Sulsel Sembuh
Meski begitu, Ridwan tetap meminta pemerintah dan masyarakat tidak lengah. Laju penularan COVID-19 masih terjadi dan patut diwaspadai. Data gugus tugas, tercatat ada penambahan 158 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru di Sulsel, kemarin.
Penambahan kasus baru positif COVID-19 itu sebagian besar masih terjadi di Kota Makassar sebanyak 93 kasus. Kemudian disusul dari Maros 28, Gowa 15, Bantaeng 7, Pangkep 5, Parepare 3, dan Luwu Timur dan Tana Toraja masing-masing penambahan 2 kasus. Selanjutnya Palopo, Sinjai, serta Takalar masing-masing berkontribusi penambahan 1 kasus baru.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel ini menilai, penularan kasus Covid-19 di Sulsel terjadi lewat transmisi lokal atau antar komunitas. Dengan kondisi demikian, sumber penularan dianggap tidak terdeteksi dan sulit diklaster.
Lanjut Ridwan, penularan virus sebagian besar terjadi pada kelompok rentan. Pada usia kelompok usia kerja antara 20-45 tahun. Pemerintah diharap lebih memaksimalkan peran RT/RW sebagai garda terdepan dalam upaya pengendalian COVID-19, utamanya pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan.
"Pemerintah kota lebih mengaktifkan peran RT RW, meningkatkan peran aktif seluruh pelaku usaha. Selain itu melibatkan secara maksimal peran masjid untuk memastikan semua masjid sudah menerapkan protokol kesehatan. Pasar-pasar sudah harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.
"Pertumbuhan kasus sudah semakin merapat ke angka (Rt) 1. Jadi trend yang bagus ini harus dapat lebih dipertahankan, dan terus disasar untuk kelompok-kelompok potensial penularan," papar dia. Baca Juga : Dalam Sepekan, Lebih 100 Orang Pasien COVID-19 di Sulsel Sembuh
Meski begitu, Ridwan tetap meminta pemerintah dan masyarakat tidak lengah. Laju penularan COVID-19 masih terjadi dan patut diwaspadai. Data gugus tugas, tercatat ada penambahan 158 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru di Sulsel, kemarin.
Penambahan kasus baru positif COVID-19 itu sebagian besar masih terjadi di Kota Makassar sebanyak 93 kasus. Kemudian disusul dari Maros 28, Gowa 15, Bantaeng 7, Pangkep 5, Parepare 3, dan Luwu Timur dan Tana Toraja masing-masing penambahan 2 kasus. Selanjutnya Palopo, Sinjai, serta Takalar masing-masing berkontribusi penambahan 1 kasus baru.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel ini menilai, penularan kasus Covid-19 di Sulsel terjadi lewat transmisi lokal atau antar komunitas. Dengan kondisi demikian, sumber penularan dianggap tidak terdeteksi dan sulit diklaster.
Lanjut Ridwan, penularan virus sebagian besar terjadi pada kelompok rentan. Pada usia kelompok usia kerja antara 20-45 tahun. Pemerintah diharap lebih memaksimalkan peran RT/RW sebagai garda terdepan dalam upaya pengendalian COVID-19, utamanya pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan.
"Pemerintah kota lebih mengaktifkan peran RT RW, meningkatkan peran aktif seluruh pelaku usaha. Selain itu melibatkan secara maksimal peran masjid untuk memastikan semua masjid sudah menerapkan protokol kesehatan. Pasar-pasar sudah harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.
Lihat Juga :