Menengok Masjid Agung Sewulan di Madiun, Peninggalan Leluhur Gus Dur

Kamis, 30 Maret 2023 - 06:44 WIB
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melakukan salat tarawih di Masjid Agung Sewulan Kyai Ageng Basyariah, di Dusun Sewulan Wetan, Dagangan, Madiun, pada Selasa (28/3/2023) malam. Foto SINDOnews
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melakukan salat tarawih di Masjid Agung Sewulan Kyai Ageng Basyariah, di Dusun Sewulan Wetan, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, pada Selasa (28/3/2023) malam.

Khofifah menyebut, Kyai Ageng Basyariah ini adalah sosok ulama yang konsisten mengajarkan nilai-nilai spiritual sebagai lokomotor perubahan. Salah satu keberhasilan Kyai Ageng Basyariah ialah memperjuangkan Sunan Pakubuwono II dalam perebutan tahta Mataram Kartasura melawan Sunan Kuning. Baca juga: Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan Gotong Royong Bangun Pintu Air Kuro Tangani Banjir



"Kyai Ageng Basyariah ini adalah pemimpin juga ulama. Dengan kedalaman ilmu agama yang dia miliki, Kyai Ageng berperan besar atas kembalinya kekuasaan Kasunanan Pakubuwono II," kata Khofifah, Rabu (29/3/2023).

Dihimpun dari berbagai sumber, Kyai Ageng Basyariah atau Raden Mas Bagus Harun adalah leluhur dari presiden keempat RI KH. Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) dari KH. Wachid Hasyim. Kyai Ageng Basyariah ini dikenal sebagai sosok yang cerdas, alim, dan tawadhu.

Bagus Harun (Basyariah) adalah Putranya Adipati Ponorogo yang menjadi Santri di Tegal Sari Ponorogo. Sewaktu Paku Buwono II mengungsi ke Tegal Sari karena Keraton Solo direbut oleh Mas Garendi (Sunan Kuning).

Paku Buwono II minta tolong kepada Kyai Tegal Sari Ponorogo untuk membantunya, Kyai memerintahkan Santrinya yaitu Bagus Harun (Basyariah), setelah berhasil mengalahkan Raden Mas Garendi, akhirnya Bagus Harun (Basyariah) mendapat hadiah berupa Songsong dari Paku Buwono II.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!