Kisah Lawang Borotan, Pintu Belakang Saksi Bisu Kepergian SMB II

Minggu, 19 Juli 2020 - 05:00 WIB
Penataan pembangunan kawasan BKB dan pelataran parkir telah lama dilakukan, namun Lawang Borotan baru dilirik dan dibersihkan sekitar 2019.

Pemkot Palembang bersama pihak terkait membuka Lawang Borotan yang berusia 200 tahun lebih itu menjadi objek wisata sejarah. Mengutip catatan sejarah, Lawang Borotan dibangun sekitar 1780.



Lawang Borotan merupakan salah satu bangunan peninggalan Kesultanan Palembang yang memerintah dari tahun 1550-1823. Lawang Borotan mulai dibangun tahun 1780, di era Sultan Mahmud Badaruddin I.

Lawang Borotan menjadi akses keluar masuknya Sultan Mahmud Badaruddin II, jika hendak menuju kediaman Adipati Tua, di Sungai Sekanak.

Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1821 Benteng Kuto Besak diserang kolonial Belanda. Lalu, Sultan Mahmud Badaruddin II beserta keluarga diasingkan ke Ternate dan menandai berakhirnya era Kesultanan Palembang.

Pengasingan dilakukan konon untuk melemahkan kesultanan dan mengakhiri perlawanan. Karena SMB tidak pernah menyerah dan terus memberikan perlawanan. Kini, Lawang Borotan telah diperbaiki dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Palembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!