Kekejaman Anak Sultan Agung Mataram, Habisi Tokoh Senior Istana dan Ulama

Senin, 20 Maret 2023 - 07:27 WIB
Perpindahan istana atau pusat kekuasaan tersebut diwarnai terjadinya pemberontakan Raden Mas Alit atau Pangeran Danupoyo, adik Amangkurat I sendiri yang menentang penyingkiran tokoh-tokoh senior dalam kerajaan.

Pemberontakan sang adik ini mendapat dukungan para ulama atau para tokoh Islam namun berakhir dengan kematian Mas Alit. Berhasil membantai saudara sendiri, Amangkurat I lalu berganti menghadapi para ulama atau kiai (tokoh Islam). Para ulama ini termasuk anggota keluarganya, dengan jumlah sekitar 5.000-6.000 orang lebih konon dikumpulkan di alun-alun Plered untuk dibantai.

Baca: Kisah Bayi Prabu Siliwangi Diasuh Induk Harimau di Tengah Hutan Belantara.

Bahkan Amangkurat I juga tega dengan mertuanya, Pangeran Pekik. Amangkurat I tega menjatuhkan hukuman mati terhadap Pangeran Pekik karena dituduh menculik Rara Oyi, calon selir Amangkurat I, untuk Mas Rahmat. Mas Rahmat yang merupakan anaknya Amangkurat I sendiri akhirnya diampuni setelah dipaksa membunuh Rara Oyi.

Betapa kejamnya tiran satu ini. Kepribadiannya yang buruk itu, membuat Amangkurat I sering berkonflik dengan berbagai pihak, bahkan termasuk dengan anak dan mertuanya sendir
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!