Gaet Wisatawan, Pasar Tradisional Sekitar Borobudur Dipercantik

Kamis, 16 Juli 2020 - 19:40 WIB
"Biasane ya lumayan, tapi saiki sepi mergo corona (sekarang sepi akibat Covid-19). Mugu-mugo ndang ditoto (semoga cepat ditata) ben tambah rame (biar tambah ramai pembeli)," tandasnya.

Kepala DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Hanung Triyono menerangkan, rencana penataan pasar-pasar tradisional itu akan dimulai tahun depan. Anggaran sebesar Rp30 miliar sudah disiapkan untuk keperluan itu.

"Rinciannya untuk Pasar Ikan Ngrajek sebesar Rp10 miliar dan Pasar Prembulan Rp20 miliar. Jadi anggaran itu nantinya untuk menata pasar agar lebih bagus. Nantinya tidak hanya menjual sayuran, di pasar itu juga akan digunakan untuk menjual aneka kerajinan tangan dari masyarakat," ucap Hanung.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, percepatan penataan kawasan Borobudur mesti dilakukan salah satu fokusnya penataan pasar tradisional.

"Ketika Borobudur ditetapkan sebagai kawasan wisata dunia, maka supporting kawasannya harus dilakukan. Pemerintah Pusat sudah memberikan dukungan-dukungannya, maka saya ingin ikut mensuport dari sisi ekonomi rakyatnya," kata Ganjar.

Menurut Ganjar, masyarakat kecil seperti pedagang pasar tradisional banyak yang belum tersentuh. Untuk itu, diperlukan upaya sentuhan dari pemerintah agar pembangunan merata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!