Selama PSBB, Sampah Rumah Tangga Warga Kabupaten Bogor Melonjak

Kamis, 16 Juli 2020 - 21:31 WIB
Anwar mengaku bahwa selama ini pihaknya sudah berupaya menyiapkan beberapa langkah strategis. Namun demikian, lantaran minimnya unit truk operasional, kemudian TPAS Galuga lahannya terlalu kecil dengan luas hanya 3,7 hektare, maka persoalan sampah rumah tangga masyarakat belum teratasi.

Ia membandingkan dengan Kota Bogor yang memiliki lahan seluas 38,7 hektare di TPAS Galuga. Padahal lokasi TPAS Galuga berada di Kabupaten Bogor dan jumlah sampah yang diproduksi warganya jauh lebih banyak.

Menurutnya, lahan tersebut akan terus dikembangkan melalui perpanjangan perjanjian kerja sama dengan Pemkot Bogor. Dalam hal ini, luasan penggunaan hingga kepentingan untuk warga sekitar harus juga diprioritaskan, karena sampai saat ini belum diselesaikan. (Baca juga: Temui Anggota DPR RI, Ini Kata Ketua PA 212)

"Sementara begitu. Di satu sisi yang kita punya 3,7 hektare, yang Kota Bogor itu 38,7 hektare. Kita bahas silang hak dan kewajibannya. Termasuk kepentingan warga sekitar. Itu belum semua, baru akan kami bahas dan kami kaji," ungkap.

Tak hanya itu, pihaknya juga saat ini tengah mempersiapkan rencana pembangunan Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Nambo, Klapanunggal, yang hingga kini belum rampung. Penggunaan TPPAS Nambo dipastikan molor dan diperkirakan baru bisa digunakan 2023 mendatang. Akibatnya, hingga kini belum ada tempat lain bagi Pemkab Bogor untuk lokasi pembuangan akhir sampah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!