Selama PSBB, Sampah Rumah Tangga Warga Kabupaten Bogor Melonjak
Kamis, 16 Juli 2020 - 21:31 WIB
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
BOGOR - Selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), produksi sampah rumah tangga warga Kabupaten Bogor meningkat tajam. Persoalan muncul lantaran dari 2.900 ton sampah yang diproduksi masyarakat dalam satu hari, hanya 538,22 ton yang terangkut ke .
Adapun sisanya sebanyak 2.400 ton gagal angkut, sehingga menjadi permasalahan bagi Pemkab Bogor. "Itu masih asumsi ya (2.900 ton) setiap harinya. Tapi 538,22 ton yang baru terangkut dan sisanya ada sekitar 2.400 ton terpaksa harus dibakar di TPAS Galuga," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Anwar Anggana, di Cibinong, Kamis (16/7/2020).
Ia menjelaskan, produksi sampah mencapai 2.900 ton per hari dihitung dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak 5,9 juta orang. Dari jumlah itu, sampah yang bisa diangkut oleh 230 armada truk, dengan kemampuan sekali jalan hanya 538,22 ton per hari atau setara 13.455 ton sampah per bulan. (Baca juga: TPA Burangkeng Overload, Kabupaten Bekasi Bangun Pusat Daur Ulang Sampah)
Sehingga, sisa sampah yang tidak terangkut terpaksa dibakar setiap harinya di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Untuk mengatasi masalah sampah tersebut, terdapat sejumlah solusi alternatif, di antaranya membagi sistem zonasi sampah dengan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) per kecamatan.
Adapun sisanya sebanyak 2.400 ton gagal angkut, sehingga menjadi permasalahan bagi Pemkab Bogor. "Itu masih asumsi ya (2.900 ton) setiap harinya. Tapi 538,22 ton yang baru terangkut dan sisanya ada sekitar 2.400 ton terpaksa harus dibakar di TPAS Galuga," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Anwar Anggana, di Cibinong, Kamis (16/7/2020).
Ia menjelaskan, produksi sampah mencapai 2.900 ton per hari dihitung dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak 5,9 juta orang. Dari jumlah itu, sampah yang bisa diangkut oleh 230 armada truk, dengan kemampuan sekali jalan hanya 538,22 ton per hari atau setara 13.455 ton sampah per bulan. (Baca juga: TPA Burangkeng Overload, Kabupaten Bekasi Bangun Pusat Daur Ulang Sampah)
Sehingga, sisa sampah yang tidak terangkut terpaksa dibakar setiap harinya di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Untuk mengatasi masalah sampah tersebut, terdapat sejumlah solusi alternatif, di antaranya membagi sistem zonasi sampah dengan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) per kecamatan.
Lihat Juga :