Siasat Licik Sultan Agung, Gunakan Wabah Kolera untuk Habisi Jenderal VOC

Sabtu, 25 Februari 2023 - 05:00 WIB
Namun, ada versi lain yang menyebutkan JP Coen berhasil diculik oleh laskar Mataram di tengah berkecamuknya pertempuran. Kemudian tubuh JP Coen dipotong-potong menjadi beberapa bagian.

Kabarnya bagian kaki kemudian dikubur di daerah Bendungan Hilir, Jakarta. Kepalanya yang dipenggal lantas dikirim ke Mataram. Kepala itu dikubur di bawah salah satu kaki tangga di kompleks Makam Imogiri. Ini dimaksudkan agar setiap orang yang menaiki tangga menginjak makam JP Coen, sebagai bentuk penghinaan.

Ada sekitar 409 anak tangga di kompleks makam Imogiri dan menjelang puncak menuju makam terdapat undakan batu tidak rata yang mesti diinjak pengunjung.

Di bawah batu undakan anak tangga itulah, konon ditanam sosok penuh teka-teki. Versi pertama menyebutkan sosok yang dimakamkan di deretan anak-anak tangga tadi adalah Tumenggung Endranata.

Dia adalah sosok pengkhianat saat Sultan Agung, Raja Mataram mengadakan penyerangan ke Batavia pada 1629. Tumenggung inilah memberi tahu pasukan VOC soal lumbung pangan tentara Mataram dan rencana penyerbuan Sultan Agung.

Hukuman bagi Tumenggung Endranata adalah tubuh dipancung tiga dan ditanam di beberapa bagian anak tangga menuju makam para raja Imogiri. Yaitu mengarah ke Gapura Supit Urang, di bagian gapura, serta kolam di sisi kanan.

Namun, ada versi lain menyebutkan yang dikubur di sana sejatinya bukan Tumenggung Endranata tapi JP Coen. Nama Tumenggung Endranata digunakan hanya sebagai nama samaran atau alias, agar pasukan VOC tidak memburu jasad Coen ke Imogiri.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!