Pemkot Bandung Kerahkan 100 Pemantau dan Pengawas Pelaksanaan Kurban
Rabu, 15 Juli 2020 - 17:29 WIB
Mereka, ujar dia, akan disebar ke 212 titik di 30 kecamatan. Nantinya, mereka juga akan mengatur distribusi hewan. Termasuk penerapan protokol kesehatan bagi penjual atau pemotong hewan kurban. Semua ketentuan tersebut telah diatur dalam surat edaran Wali Kota Bandung.
Dia mengemukakan, kendati imbauan agar pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH), namun karena jumlahnya terbatas, pemotongan bisa dilakukan di wilayah. Namun mestinya terpusat di beberapa titik. Misalnya di tingkat RW, desa, atau lainnya.
"Memang disarankan potong di RPH. Tapi karena di Bandung hanya ada dua. Apalagi kapasitasnya hanya 50%, jadi memang penuh. Kalau harus di potong di tempat tinggal masing masing, mestinya terpusat. Misalnya satu RW atau wilayah. Tidak boleh bergerombol dan tidak ada warga yang menonton," ujar Wali Kota yang akrab disapa Mang Oded ini.
Mang Oded berharap, petugas bisa melaksanakan tugasnya. Tidaknya hanya periksa hewan qurban secara syari. Tapi melaksanakan protokol kesehatan.
"Saya tidak mau Idul Adha ini ada klaster baru. Protokol kesehatan seperti masker, sarung tangan, sosial distancing, harus diterapkan. Misalnya jangan saling pinjam kampak agar lebih terjaga," tutur Mang Oded.
Dia mengemukakan, kendati imbauan agar pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH), namun karena jumlahnya terbatas, pemotongan bisa dilakukan di wilayah. Namun mestinya terpusat di beberapa titik. Misalnya di tingkat RW, desa, atau lainnya.
"Memang disarankan potong di RPH. Tapi karena di Bandung hanya ada dua. Apalagi kapasitasnya hanya 50%, jadi memang penuh. Kalau harus di potong di tempat tinggal masing masing, mestinya terpusat. Misalnya satu RW atau wilayah. Tidak boleh bergerombol dan tidak ada warga yang menonton," ujar Wali Kota yang akrab disapa Mang Oded ini.
Mang Oded berharap, petugas bisa melaksanakan tugasnya. Tidaknya hanya periksa hewan qurban secara syari. Tapi melaksanakan protokol kesehatan.
"Saya tidak mau Idul Adha ini ada klaster baru. Protokol kesehatan seperti masker, sarung tangan, sosial distancing, harus diterapkan. Misalnya jangan saling pinjam kampak agar lebih terjaga," tutur Mang Oded.
(awd)
Lihat Juga :