Pemkot Cimahi Beri Pendampingan Standar KLA terhadap Anak Korban Penganiayaan
Sabtu, 11 Februari 2023 - 12:43 WIB
Pemkot Cimahi berupaya untuk selalu responsif menindaklanjuti ketika muncul kasus kekerasan kepada anak hingga melakukan pendampingan sampai korban sembuh. Foto/Dok.MPI
CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memberikan pendampingan dengan standar Kota Layak Anak (KLA) terhadap dua anak yang disiksa ayah kandungnya. Peristiwa itu sendiri terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cibabat. Penganiayaan itu menyebabkan satu anak tewas.
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cimahi, Fitriani Manan mengatakan, pendampingan diberikan agar peristiwa itu tidak berimbas kepada Cimahi sebagai Kota Layak Anak (KLA). Baca juga: Marah Dengar Knalpot Bising, 2 Pria Ini Aniaya Pemotor hingga Tewas
Meski demikian, Fitriani yakin kejadian itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap penilaian Cimahi sebagai kota layak anak. Sebab indikator penilaiannya tidak hanya berdasarkan kepada faktor munculnya kasus kekerasan pada anak.
"Penilaian kota layak anak itu bukan hanya soal banyaknya kasus yang terjadi, tapi ada indikator lain yang juga masuk penilaian," kata Fitriani, Sabtu (11/2/2023).
Dia menjelaskan, banyak indikator penilaian untuk mendapatkan predikat kota layak anak. Mulai dari penguatan kelembagaan, hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, hak pendidikan dan seni budaya hingga hak perlindungan khusus.
Indikatornya bisa juga ketika muncul kasus, bagaimaan pemerintah kota menanganinya sampai pada akhirnya siap menindaklanjutinya. Misalnya ketika ada korban diberikan pendampingan hingga sembuh, dan diberikan pendampingan oleh psikolog dan penanganan lainnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cimahi, Fitriani Manan mengatakan, pendampingan diberikan agar peristiwa itu tidak berimbas kepada Cimahi sebagai Kota Layak Anak (KLA). Baca juga: Marah Dengar Knalpot Bising, 2 Pria Ini Aniaya Pemotor hingga Tewas
Meski demikian, Fitriani yakin kejadian itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap penilaian Cimahi sebagai kota layak anak. Sebab indikator penilaiannya tidak hanya berdasarkan kepada faktor munculnya kasus kekerasan pada anak.
"Penilaian kota layak anak itu bukan hanya soal banyaknya kasus yang terjadi, tapi ada indikator lain yang juga masuk penilaian," kata Fitriani, Sabtu (11/2/2023).
Dia menjelaskan, banyak indikator penilaian untuk mendapatkan predikat kota layak anak. Mulai dari penguatan kelembagaan, hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, hak pendidikan dan seni budaya hingga hak perlindungan khusus.
Indikatornya bisa juga ketika muncul kasus, bagaimaan pemerintah kota menanganinya sampai pada akhirnya siap menindaklanjutinya. Misalnya ketika ada korban diberikan pendampingan hingga sembuh, dan diberikan pendampingan oleh psikolog dan penanganan lainnya.
Lihat Juga :