Prihatin Pelajar Kecanduan Gawai, Perempuan asal Salatiga Ini Dirikan Taman Baca

Rabu, 15 Juli 2020 - 15:59 WIB
Terlebih ada orang tua yang tidak bisa memantau proses belajar mandiri di rumah anaknya secara langsung lantaran keterbatasan waktu, membuat anak-anak mereka cenderung tidak optimal dalam belajar.

“Karena itu, saya mendirikan taman baca untuk mendekatkan anak-anak dengan buku dengan cara yang menyenangkan. Semula, kegiatan literasi ini berawal dari program KKN Maret lalu. Tapi kemudian saya lanjutkan secara mandiri dengan memanfaatkan ruangan dipojok rumah,” ujarnya.

Menurut Mega, pendirian taman baca yang diberi nama 'Sijali Project' atau kepanjangan dari Singojayan Peduli Literasi tersebut juga karena sejak pandemi banyak perpustakaan daerah tutup.

Disisi lain, kata dia, dampak pembelajaran online dari rumah selain menjauhkan anak usia pelajar dari buku juga memaksa orang tua mereka memberikan handphone. Hanya saja, kebanyakan digunakan bermain game online ketimbang belajar.

“Atas dasar itu, saya mengajak orangtua menyediakan adanya pojok baca di setiap rumah warga dengan membuat mini perpustakaan di rumah masing-masing. Buku-bukunya kami memfasilitasi sesuai keinginan anak," katanya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!