Pemberontakan Jadi Penyebab Putri dan Abdi Dalem Cantik Mataram Diculik

Sabtu, 21 Januari 2023 - 07:01 WIB
Jatuhnya Plered oleh pasukan pemberontak di bawah pimpinan Trunajaya, membuat Amangkurat I melarikan diri dalam kondisi sakit. Selain itu, dalam situasi genting dan mengerikan ini, Amangkurat I dilanda krisis kepercayaan dari para pangeran kerajaan. Alih - alih membantu raja untuk menghalau serangan para pemberontak, para pangeran yang mulai berani menujukkan sikap tidak sukanya terhadap Amangkurat I, itu justru menghalangi perlawanan dengan baik.

Baca juga: MNC Peduli Beri Bantuan Tenda Tempat Belajar SDN Jambudipa, Guru: Sangat Bermanfaat

Pemberontakan lima hari mulai 28 Juni hingga 3 Juli 1677, membuat Ibu Kota Plered porak-poranda. Bangunan - bangunan megah Istana Mataram yang dibangun oleh puluhan ribu rakyat Mataram sia - sia karena dihancurkan pasukan pemberontak.

Danau buatan, istana megah dari batu bata, hingga kompleks Ibu kota Plered, yang dibuat selama kurang 20 hancur. Pasukan pemberontak juga merampas sejumlah harta benda Kerajaan Mataram dari ibu kotanya. Tak hanya barang dan harta benda yang dirampas oleh pemberontak, para putri - putri dari abdi dalem keraton perempuan yang cantik - cantik turut dibawa kaum pemberontak.

Amangkurat I yang sudah tua saat itu memutuskan melarikan diri. Ia dan sejumlah pengikutnya terseok - seok menuju kompleks makam Imogiri untuk melarikan diri dari kejaran pemberontak, yang dipimpin Trunajaya. Amangkurat I kemudian melanjutkan pelariannya hingga akhirnya meninggal di Bumiayu.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!