Khawatir Dikosongkan Paksa, Warga Gelar Ronda Tiap Hari

Senin, 11 Mei 2015 - 18:08 WIB
Khawatir Dikosongkan...
Khawatir Dikosongkan Paksa, Warga Gelar Ronda Tiap Hari
A A A
JAKARTA - Ribuan warga RW 07, Komplek Kostrad, Pondok Indah, Jakarta Selatan terpaksa melakukan ronda tiap mengantisipasi pengosongan paksa lahan yang sudah ditempati selama puluhan tahun itu.

Warga RW 07 Novie Noeralie mengakui warga sudah mendapat perintah pengosongan dari Aslog Kostrad. Sejak itu, warga selalu was-was rumah mereka dikosongkan secara paksa.

Padahal, rumah-rumah tersebut telah di huni warga selama 50 tahunan. Terlebih, kekhawatiran kian meresahkan saat warga mendapatkan ancaman.

"Rabu 6 Mei kemarin, warga dapat surat pengosongan paksa. Kami menolak sebab ini tanah negara. Kami tolak dengan cara memasang spanduk. Warga melakukan ronda secara bergiliran untuk berjaga agar pengosongan paksa itu tidak terjadi," ujarnya di Komplek Kostrad, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2015).

Warga RW 07 lainnya, Dewi menjelaskan, sejatinya, tanah yang di huni warga RW 07 itu merupakan tanah milik negara dengan luas 22 hektare. Tanah itu pun diperuntukan bagi personel TNI yang bertugas melakukan operasi Trikora.

"Dulunya ini bernama Caduat (Cadangan Umum Angkatan Darat) dengan dikomandoi langsung oleh Pak Harto. Lalu tahun 1961 di bangun rumah-rumah secara swadaya dan yayasan berdikari. Di RW 07 ini, ada 14 RT, RT 1-14. Ada 685 rumah, 55 rumah di bangun oleh Kostrad. 20 rumah sumbangan Hutomi Mandala Putra, sisanya di bangun secara swadaya," terangnya.

Namun, kata Dewi, pada sekira tahun 2009, pihak Kostrad mengklaim kalau tanah tersebut merupakan tanah milik TNI dan memaksa warga untuk mengosongkan tanah tersebut.

Warga bertahan, tanah tersebut merupakan tanah negara. Warga pun berhak menempati tanah negara tersebut.

Selain itu, pihak Kostrad pun tidak memiliki sertifikat tanah, begitu juga dengan warga yang hanya memiliki Surat Izin Penempatan. "Ini jelas tanah negara, kami sebagai warga sipil berhak menghuni tanah negara," terangnya.

Warga pun menginginkan agar pihak Kostrad dan warga duduk bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut.
(ysw)
Berita Terkait
Tangis Warga Warnai...
Tangis Warga Warnai Pembongkaran Rumah oleh PT KAI di Bandung
Ganggu Mobilitas ke...
Ganggu Mobilitas ke IKN, Pemerintah Bakal Gusur 29 Rumah Warga Sepaku
Soal Penggusuran Rumah,...
Soal Penggusuran Rumah, Wanda Hamidah Diminta Tidak Bikin Fitnah
Ini Kata Sentul City...
Ini Kata Sentul City Soal Penggusuran Rumah Rocky Gerung
Tangis Ibu Rumah Tangga...
Tangis Ibu Rumah Tangga Pecah Terkena Teror Penggusuran Lahan dan Rumah di Medan
Isak Tangis Warnai Penggusuran...
Isak Tangis Warnai Penggusuran Rumah Warga Imbas Proyek Japek 2
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 jam yang lalu
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved