Rampok Satroni Rumah Juragan Minyak Tanah di Bantul
Senin, 11 Mei 2015 - 11:08 WIB
Rampok Satroni Rumah Juragan Minyak Tanah di Bantul
A
A
A
BANTUL - Kawanan perampok menyatroni rumah Edi, seorang juragan minyak tanah di Dusun Plawonan, RT 05, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Senin (11/5/2015) dini hari.
Edi menceritakan kejadian nahas yang menimpanya terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. saat itu ia tengah tertidur dan tiba-tiba dikejutkan dengan suara kasar yang membangunkannya.
Setelah sadar, ia baru mengetahui kalau ada sekitar 5 orang yang telah mengerumuninya dan salah satunya mengacungkan celurit. "Saya kaget, kok tiba-tiba ada celurit di muka saya," cerita Edi.
Di bawah ancaman celurit tersebut, mulut Edi langsung dilakban dan tangannya ditarik ke belakang kemudian diikat dengan menggunakan kawat.
Istri Edi yang tidur di sampingnya juga diperlakukan sama. Selain itu, kedua anak Edi yang berada di kamar lain juga disuruh ke luar dan dikumpulkan dalam satu ruangan.
Mulut semua penghuni rumah dilakban serta tangan derikat. Seluruh isi kamar diacak-acak oleh para perampok. Korban Edi juga dipaksa untuk menunjukkan letak barang-barang berharga yang disimpan oleh korban.
Karena seluruh keluarganya terancam, Edi akhirnya menunjukkan letak barang-barang berharga yang disimpannya."Saya takut, akhirnya saya turuti keinginan perampok," ujarnya.
Setelah berhasil membawa barang-barang berharga, perampok langsung pergi. Sebelum meninggalkan lokasi, Edi mengaku mendengar salah satu dari perampok menelepon rekannya untuk segera menjemput mereka.
Namun karena dinilai terlalu lama, mereka akhirnya membawa kabur sepeda motor yang ada di dalam rumah tersebut.
Akibat kejadian nahas tersebut, Edi terpaksa kehilangan uang Rp100 juta, dua cincin emas, dua buah sepeeda motor, sebuah laptop dan sebuah handphone.
Selain kerugian, istri dan anaknya juga mengalami trauma karena sebelumnya diancam oleh para perampok."Kebetulan di sini sepi meski berada di sebelah barat pintu masuk depo Pertamina Rewulu," sebutnya.
Humas Polsek Sedayu Ipda Agus Supraja mengatakan sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus perampokan tersebut. Polisi menduga, pelaku perampok tersebut orang yang sudah mengetahui seluk beluk kondisi rumah korban.
Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diperkirakan perampok masuk ke rumah dengan cara memanjat dinding bagian belakang, sebelum akhirnya mencongkel jendela rumah korban.
"Kami juga masih melakukan penyelidikan soal kendaraan yang digunakan oleh kawanan tersebut. Sebab sebelum pelaku meninggalkan lokasi sempat menelepon rekannya untuk menjemput walaupun akhirnya melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor milik korban," pungkasnya.
Edi menceritakan kejadian nahas yang menimpanya terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. saat itu ia tengah tertidur dan tiba-tiba dikejutkan dengan suara kasar yang membangunkannya.
Setelah sadar, ia baru mengetahui kalau ada sekitar 5 orang yang telah mengerumuninya dan salah satunya mengacungkan celurit. "Saya kaget, kok tiba-tiba ada celurit di muka saya," cerita Edi.
Di bawah ancaman celurit tersebut, mulut Edi langsung dilakban dan tangannya ditarik ke belakang kemudian diikat dengan menggunakan kawat.
Istri Edi yang tidur di sampingnya juga diperlakukan sama. Selain itu, kedua anak Edi yang berada di kamar lain juga disuruh ke luar dan dikumpulkan dalam satu ruangan.
Mulut semua penghuni rumah dilakban serta tangan derikat. Seluruh isi kamar diacak-acak oleh para perampok. Korban Edi juga dipaksa untuk menunjukkan letak barang-barang berharga yang disimpan oleh korban.
Karena seluruh keluarganya terancam, Edi akhirnya menunjukkan letak barang-barang berharga yang disimpannya."Saya takut, akhirnya saya turuti keinginan perampok," ujarnya.
Setelah berhasil membawa barang-barang berharga, perampok langsung pergi. Sebelum meninggalkan lokasi, Edi mengaku mendengar salah satu dari perampok menelepon rekannya untuk segera menjemput mereka.
Namun karena dinilai terlalu lama, mereka akhirnya membawa kabur sepeda motor yang ada di dalam rumah tersebut.
Akibat kejadian nahas tersebut, Edi terpaksa kehilangan uang Rp100 juta, dua cincin emas, dua buah sepeeda motor, sebuah laptop dan sebuah handphone.
Selain kerugian, istri dan anaknya juga mengalami trauma karena sebelumnya diancam oleh para perampok."Kebetulan di sini sepi meski berada di sebelah barat pintu masuk depo Pertamina Rewulu," sebutnya.
Humas Polsek Sedayu Ipda Agus Supraja mengatakan sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus perampokan tersebut. Polisi menduga, pelaku perampok tersebut orang yang sudah mengetahui seluk beluk kondisi rumah korban.
Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diperkirakan perampok masuk ke rumah dengan cara memanjat dinding bagian belakang, sebelum akhirnya mencongkel jendela rumah korban.
"Kami juga masih melakukan penyelidikan soal kendaraan yang digunakan oleh kawanan tersebut. Sebab sebelum pelaku meninggalkan lokasi sempat menelepon rekannya untuk menjemput walaupun akhirnya melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor milik korban," pungkasnya.
(nag)