Dituding Rusak Lingkungan, Ini Kata Pengembang Apartemen CTS
Minggu, 10 Mei 2015 - 20:37 WIB
Dituding Rusak Lingkungan, Ini Kata Pengembang Apartemen CTS
A
A
A
DEPOK - Pengembang apartemen Cinere Terrace Suit (CTS) menklaim telah melakukan sosialisasi pada warga Cinere, Depok terkait pembangunan Centro Cinere Kota Depok. Komunikasi dengan warga sebanyak tiga kali.
"Perlu kami luruskan, jauh sebelumnya sejak 2011, kami telah melakukan sosialisasi awal dengan warga," kata Head of Bussines Unit Cinere PT Megapolitan Developments Tbk Abraham Budiman di Depok, Minggu (10/5/2015).
Dalam melakukan pembangunan, kata dia, pihaknya juga memperhatikan banyak aspek. Mulai dari lingkungan hidup serta proses perizinan termasuk dampak lingkungan dari pembangunan apartemen. Bahkan, kata dia, pihaknya telah melalui proses Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
"Kajian Amdal merupakan kajian yang penuh dengan hal teknis. Kami menolak dikatakan jika pembangunan yang dilakukan menyebabkan warga mengalami kekeringan air. Air yang kami gunakan merupakan air kategori sumur air dalam berbeda dengan sumur dangkal yang digunakan warga," tuturnya.
Meski demikian, kata dia, pro dan kontra dalam pembangunan itu adalag wajar. Tetapi dia yakin, apa yang dilakukannya sekarang akan berdampak positif pada warga sekitar.
"Karena kami sediakan dalam satu kawasan sehingga mobilitas (warga) nanti tersentral di lokasi itu. Sehingga kendaraan juga bisa berkurang di jalan raya. Masyarakat bisa belanja ke mal, jika sakit bisa berobat ke rumah sakit dan juga ada sekolah. Jadi dalam satu kawasan terdapat bangunan-bangunan publik lainnya yang akan menguntungkan warga," katanya.
"Perlu kami luruskan, jauh sebelumnya sejak 2011, kami telah melakukan sosialisasi awal dengan warga," kata Head of Bussines Unit Cinere PT Megapolitan Developments Tbk Abraham Budiman di Depok, Minggu (10/5/2015).
Dalam melakukan pembangunan, kata dia, pihaknya juga memperhatikan banyak aspek. Mulai dari lingkungan hidup serta proses perizinan termasuk dampak lingkungan dari pembangunan apartemen. Bahkan, kata dia, pihaknya telah melalui proses Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
"Kajian Amdal merupakan kajian yang penuh dengan hal teknis. Kami menolak dikatakan jika pembangunan yang dilakukan menyebabkan warga mengalami kekeringan air. Air yang kami gunakan merupakan air kategori sumur air dalam berbeda dengan sumur dangkal yang digunakan warga," tuturnya.
Meski demikian, kata dia, pro dan kontra dalam pembangunan itu adalag wajar. Tetapi dia yakin, apa yang dilakukannya sekarang akan berdampak positif pada warga sekitar.
"Karena kami sediakan dalam satu kawasan sehingga mobilitas (warga) nanti tersentral di lokasi itu. Sehingga kendaraan juga bisa berkurang di jalan raya. Masyarakat bisa belanja ke mal, jika sakit bisa berobat ke rumah sakit dan juga ada sekolah. Jadi dalam satu kawasan terdapat bangunan-bangunan publik lainnya yang akan menguntungkan warga," katanya.
(mhd)