GKR Mangkubumi Akui Tugasnya Kian Berat

Jum'at, 08 Mei 2015 - 21:34 WIB
GKR Mangkubumi Akui...
GKR Mangkubumi Akui Tugasnya Kian Berat
A A A
YOGYAKARTA - Putri tertua Raja Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun resmi berganti nama menjadi GKR Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram setelah dinobatkan oleh sang raja.

Setelah berganti nama, GKR Mangkubumi mengaku memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. "Jadi beban saya semakin berat lagi, mulai saat ini dan ke depan," kata dia di rumahnya, Ndalem Wironegaran, Jumat (8/5/2015).

Istri dari Kanjeng Pangeran Karyo (KPH) Wironegoro ini mengungkapkan, nama dan gelar baru yang diberikan Sultan HB X membawa konsekuensi baru yang cukup berat.

"Nyengkuyung Keraton dengan berbagai macam hal di dalamnya sungguh tugas yang tidak mudah. Sangat berat menerima gelar baru ini," ujar GKR Mangkubumi.

Menurutnya, persiapan hati sudah disiapkan sejak lama karena siapa pun juga bisa mendapatkan wahyu di Keraton. "Saya harus siap. Kali ini saya mendapatkan dawuh dari Ngerso Dalem. Bagaimana saya harus siap," ujarnya.

Disinggung apakah tugas berat tersebut karena sudah dinobatkan sebagai putri mahkota calon penerus takhta, GKR Mangkubumi enggan menjawab secara pasti sebagai penerus takhta. "Saya diminta duduk di atas Watu Gilang saat dawuh raja," ungkapnya.

Watu Gilang merupakan batu singgasana Panembahan Senopati. Dimana raja-raja Keraton Yogyakarta sebelum bertakhta harus melalui prosesi duduk di atas batu tersebut.

Secara implisit, GKR Mangkubumi merupakan putri keraton yang dipilih sang raja untuk meneruskan takhta Keraton Yogyakarta.

Ibu dua anak ini mengakui, adanya sabda raja dan dawuh raja menimbulkan polemik di internal Keraton Yogyakarta, termasuk mendapat penentangan dari paman-pamannya atau adik raja.

Namun, dia tetap menghormati adik-adik Sri Sultan yang saat ini masih berseberangan dengan pengangkatannya sebagai calon pemimpin keraton. GKR Mangkubumi mengungkapkan, apa yang sudah disandangnya baru sebatas nama baru.

"Yang jelas saya tetap akan menghormati para romo apa pun yang terjadi. Karena beliau-beliau merupakan om saya. Saat ini saya baru ditetapkan baru sebatas nama baru oleh Ngerso Dalem," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tanah Sultan Ground...
Tanah Sultan Ground Tidak Dilepas untuk Jalan Tol, Keraton Yogyakarta Terbitkan Palilah
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Kesultanan Yogyakarta
Alun-Alun Utara Keraton...
Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta Bakal Dipagari, Ini Alasannya
Keseriusan Pemerintah...
Keseriusan Pemerintah Jaga Cagar Budaya Dipertanyakan
Penutupan Sementara...
Penutupan Sementara Wisata Milik Keraton Yogyakarta
Sri Sultan Hamengkubuwono...
Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
18 menit yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
1 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
3 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved