Ongkos Bus Transjakarta Mahal, Pemprov DKI Akan Digugat

Rabu, 06 Mei 2015 - 16:28 WIB
Ongkos Bus Transjakarta...
Ongkos Bus Transjakarta Mahal, Pemprov DKI Akan Digugat
A A A
JAKARTA - Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) mengancam mengajukan gugatan terhadap Pemprov DKI dan PT Transjakarta terkait besarnya ongkos untuk perjalanan bus Transjakarta.

Ketua FAKTA Azas Tigor Nainggolan mengatakan, sejak diterapkannya sistem e-ticketing untuk naik bus Transjakarta masyarakat harus membeli dahulu kartu elektronik sebesar Rp40.000. Bila enggan membeli kartu tersebut, otomatis masyarakat tidak bisa menumpangi bus Transjakarta.

Oleh karena itu Azas meminta PT Transjakarta segera membuat kartu single trip untuk meringankan beban masyarakat. Seharusnya PT Transjakarta mencotoh PT KCJ dalam penerapan sistem e-ticketing untuk Commuter Line.

"Kita minta secepatnya harus dibuat kartu single trip. Ini bisa dituntut secara hukum, saya akan gugat di pengadilan atas dasar undang-undang pelayanan publik," tegasnya. Menurut Azas, Pemprov DKI telah melanggar UU No 25/2009 tentang Pelayanan Publik.

Dalam UU No 25/2009 tersebut mewajibkan pemerintah meemberikan layanan publik. "Sekarang kalau multi trip, berarti kasihan dong orang miskin," tegasnya.

Pada prinsipnya, angkutan umum harus bisa diakses oleh siapapun terlebih warganya sendiri. Ahok sebagai kepala daerah harus mengurus tuntas masalah-masalah yang ada di bidang transportasi umum di Jakarta.

Salah seorang warga Jakarta, Rico (35) mengatakan, sempat terkejut ketika hendak naik bus APTB Transjakarta dari Hotel BNN, Cawang, Jakarta Timur, untuk pulang ke rumahnya di kawasan Bogor. "Untuk masuk ke halte saya harus beli dulu kartu elektronik Rp40.000, mau tak mau saya beli karena ingin pulang cepat," ujar lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan ternama di Jakarta Pusat ini.

Rico mengaku keberatan dengan diwajibkannya membeli kartu tersebut karena dirinya tak rutin menggunakan bus Transjakarta. "Seharusnya kayak Commuter Line, kita bisa beli tiket harian tanpa merogoh kocek yang sangat besar," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
2030, Transjakarta Targetkan...
2030, Transjakarta Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Mengaspal
417 Bus Transjakarta...
417 Bus Transjakarta yang Terbengkalai Dilelang
Lewat Apel Pramudi,...
Lewat Apel Pramudi, Transjakarta Perkuat Budaya Keselamatan
Bus Wisata Transjakarta...
Bus Wisata Transjakarta Layani 56.811 Pengguna selama Libur Lebaran
3 Rute Transjakarta...
3 Rute Transjakarta Ramai Penumpang, Nomor 1 Disesaki 8 Juta Orang
Mulai 20 Juni Transjakarta...
Mulai 20 Juni Transjakarta akan Tambah Lima Rute Baru
Berita Terkini
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
2 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
5 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
6 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
7 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
7 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
8 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved