Tambang Pasir Liar Susutkan Air Tanah

Senin, 04 Mei 2015 - 12:46 WIB
Tambang Pasir Liar Susutkan...
Tambang Pasir Liar Susutkan Air Tanah
A A A
SLEMAN - Penambangan pasir secara terus menerus di aliran Sungai Boyong, memberikan dampak signifikan bagi penyusutan sumber air tanah. Atas dampak yang telah dirasakan, warga yang daerahnya terdapat area tambang pasir liar pun mendesak penghentian aktivitas tambang.

Salah satu daerah yang menolak pertambangan pasirliaryakniwargaDusunGlondong, Purwobinangun, Pakem. Kepala Dusun Glondong Hartinah menyampaikan, pengerukan pasir secara besarbesaran mengakibatkan debit air dari beberapa sumber air berkurang. “Kebanyakan warga di Dusun Glondong tak memiliki sumur, dan hanya mengandalkan sumber air, kalau sungai dan tebing dikeruk, lama-lama air tanah akan hilang” katanya, Sabtu (2/5) lalu.

Menurut dia, sejak 1995 silam, warga memanfaatkan air dari sumber mata air ke rumahrumah melalui jaringan pipa. Namun, setelah terdapat penambangan liar di Sungai Boyong, debit air menjadi menyurut dan dampaknya setidaknya 70 Kepala Keluarga (KK) yang memanfaatkan air dari sumber kesulitan air. “Terlebih saat musim kemarau, kami sangat merasakan dampaknya,” ungkapnya.

Dengan persoalan yang dihadapi, disampaikan Hartinah, warga berharap alat berat yang masih melakukan pengerukan material pasir secara besar-besaran berhenti. Bahkan, warga mengancam apabila aktivitas pengerukan tidak dihentikan warga akan melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran.

Sementara itu, Totok Pratopo, dari komunitas Sungai Code yang bergabung dengan Gerakan Restorasi Sungai Indonesia secara terpisah menyampaikan pengelolaan Sungai Boyong di Sleman akan berpengaruh ke Sungai Code yang berada di Kota Yogyakarta.Hal itu, dikarenakan dua sungai itu samasama berhulu dari lereng Gunung Merapi tepatnya di pedukuhan Ngepring, Purwobinangun, Pakem.

“Kalaudiatas (SungaiBoyong) terus ditambang, sungai yang di kota akan semakin tergerus karenatakmampumengimbangi aliran yang besar,” ucapnya. Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup DIY meminta Pemkab Sleman segera menghentikan operasi penambangan pasir ilegal di lahan masyarakat lereng Merapi karena terbukti telah merusak lingkungan.

“Akibat penambangan ilegal itu debit air sumur warga mengering,” kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DIY, Halik Sandera. Menurut Halik, penambangan yang telah berlangsung sejak November 2014 di empat desa yakni desa Purwobinangun dan desa Hargobinangun Kecamatan Pakem, dan desa Wonokerto dan desa Girikerto Kecamatan Turi telah mengganggu persediaan air tanah dalam.

Hal itu mengakibatkan debit sumur atau sumber air masyarakat berkurang. Padahal, kata Halik, selain sebelumnya sebagai area pertanian produktif, lahan yang ditambang secara ilegal itu juga merupakan area resapan yang penyedia cadangan air bagi masyarakat bukan hanya untuk wilayah Lereng Merapi saja, melainkan juga Bantul dan Kota Yogyakarta. “Terjadinya kerusakan daerah resapan ini mengakibatkan mata air jauh berkurang, meskipun saat ini musim hujan,” kata dia.

Muji barnugroho
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
10 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
27 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
44 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
1 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved