Angka Kematian Bayi di Subang Tinggi

Minggu, 03 Mei 2015 - 20:09 WIB
Angka Kematian Bayi...
Angka Kematian Bayi di Subang Tinggi
A A A
SUBANG - Angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Subang diperkirakan meningkat sepanjang tahun 2015 ini. Sebab, dalam kurun waktu empat bulan saja, mulai Januari hingga April, jumlah bayi yang meninggal mencapai 37 orang.

"Catatan kami, dari Januari sampai April, bayi yang meninggal sudah 37 orang. Ini jumlah yang cukup tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Budi Subiantoro, kepada KORAN SINDO, Minggu (3/5/2015).

Tahun 2014, jumlah bayi yang meninggal juga terhitung sangat banyak, mencapai 138 orang. Tahun ini, pihaknya berharap angka kematian bayi berkurang, meskipun dalam kurun waktu empat bulan terakhir, tingkat kematian bayi tersebut dinilai cukup tinggi.

Berbeda dengan AKB, angka kematian ibu melahirkan (AKI) hanya mencapai 10 orang selama empat bulan terakhir. Meski demikian, jumlah AKI tersebut berpotensi bertambah sepanjang tahun 2015 ini.

"Sebab, tahun lalu saja (2014, red), jumlah AKI mencapai 11 orang. Sedangkan tahun ini, sampai April saja sudah 10 orang. Jadi mungkin saja ada kenaikan dibandingkan tahun lalu," kata Budi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Subang Ahmad Nasuhi mengatakan, tingginya jumlah kematian bayi disebabkan sejumlah faktor, di antaranya minimnya pemahaman dalam penanganan, kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan lainnya.

Sedangkan kematian ibu melahirkan mayoritas didominasi faktor pendarahan saat melahirkan, gangguan jantung, dan darah tinggi.

Untuk mengurangi potensi naiknya kematian bayi dan ibu melahirkan, instansinya aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan persalinan secara langsung kepada ibu-ibu hamil melalui program 'kelas ibu hamil', maupun tidak langsung melalui puskesmas di setiap kecamatan.

"Sosialisasi dan penyuluhan persalinan ini penting, karena minimnya pemahaman akan penanganan persalinan yang sehat jadi salah satu pemicu AKI dan AKB," ucapnya.

Upaya lain untuk menekan resiko naiknya jumlah AKI dan AKB, pihaknya mengimbau masyarakat supaya aktif memeriksakan ibu hamil atau balita mereka kepada bidan setempat.

"Terutama, jika bidan atau dokter meminta pasien hamil ini dirujuk ke rumah sakit, sebaiknya hal itu segera dilakukan, supaya kondisi pasien cepat tertangani. Sebab, salah satu penyebab timbulnya risiko kematian itu, akibat penanganan yang tidak cepat dilakukan."
(zik)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
17 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved