Hari Kedelapan, Empat Korban Longsor Gunung Kuda Belum Ditemukan
Minggu, 03 Mei 2015 - 17:53 WIB
Hari Kedelapan, Empat Korban Longsor Gunung Kuda Belum Ditemukan
A
A
A
CIREBON - Pihak keluarga korban longsor Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menghendaki pencarian terus dilakukan hingga anggota keluarga mereka yang tertimbun ditemukan.
Hingga hari kedelapan pascalongsor Gunung Kuda yang terjadi Minggu (26/4/2015), empat dari enam korban yang sejauh ini berhasil diidentifikasi, masih belum ditemukan jenazahnya. Keempatnya yakni Samsul Anwar (40), anggota Polsek Klangenan; Edi (35), warga Bandung; Edo (27), warga Palimanan, Kabupaten Cirebon; dan Reihan (25), warga Sukabumi.
"Kami harap pencarian dan evakuasi longsor dilakukan sampai para korban yang masih tertimbun ditemukan," ungkap seorang kerabat Samsul yang juga mandor Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Didi, Minggu (3/5/2015).
Pihak keluarga, lanjut dia, berkeinginan menemukan Samsul dan memakamkan jenazahnya dengan layak. Temuan jenazah Samsul dirasa akan membuat mereka lebih tenang.
Selama ini, pihak keluarga para korban turut menyaksikan proses pencarian. Anggota tim evakuasi dari Basarnas, Haryono, menyatakan, proses evakuasi diperpanjang hingga para korban ditemukan.
"Memang dalam proses evakuasi ada ketentuan tujuh hari. Tapi setelah kami evaluasi, proses kami perpanjang hingga para korban ditemukan mengingat pihak keluarga menghendaki begitu," paparnya.
Dia mengungkapkan, beberapa korban diperkirakan berada di kedalaman lima meter di antara tumpukan bebatuan. Menurut dia, upaya pencarian sejauh ini masih terkendala pada keberadaan bebatuan besar yang menimbun para korban.
Sebagaimana diketahui, Gunung Kuda bermaterial bebatuan dan pasir yang selama ini menjadi bahan baku semen hingga keramik dan hiasan batu alam. Situasi di sekitar area gunung yang longsor terhitung berbahaya mengingat masih berpotensi untuk kembali longsor.
"Proses pencarian selalu dilakukan sejak pagi hingga pukul 16.00 atau 17.00 WIB, tergantung cuaca. Yang jelas, dalam proses ini, keselamatan tim pencari juga diutamakan agar tak menimbulkan korban baru," tegas dia.
Hingga hari kedelapan pascalongsor Gunung Kuda yang terjadi Minggu (26/4/2015), empat dari enam korban yang sejauh ini berhasil diidentifikasi, masih belum ditemukan jenazahnya. Keempatnya yakni Samsul Anwar (40), anggota Polsek Klangenan; Edi (35), warga Bandung; Edo (27), warga Palimanan, Kabupaten Cirebon; dan Reihan (25), warga Sukabumi.
"Kami harap pencarian dan evakuasi longsor dilakukan sampai para korban yang masih tertimbun ditemukan," ungkap seorang kerabat Samsul yang juga mandor Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Didi, Minggu (3/5/2015).
Pihak keluarga, lanjut dia, berkeinginan menemukan Samsul dan memakamkan jenazahnya dengan layak. Temuan jenazah Samsul dirasa akan membuat mereka lebih tenang.
Selama ini, pihak keluarga para korban turut menyaksikan proses pencarian. Anggota tim evakuasi dari Basarnas, Haryono, menyatakan, proses evakuasi diperpanjang hingga para korban ditemukan.
"Memang dalam proses evakuasi ada ketentuan tujuh hari. Tapi setelah kami evaluasi, proses kami perpanjang hingga para korban ditemukan mengingat pihak keluarga menghendaki begitu," paparnya.
Dia mengungkapkan, beberapa korban diperkirakan berada di kedalaman lima meter di antara tumpukan bebatuan. Menurut dia, upaya pencarian sejauh ini masih terkendala pada keberadaan bebatuan besar yang menimbun para korban.
Sebagaimana diketahui, Gunung Kuda bermaterial bebatuan dan pasir yang selama ini menjadi bahan baku semen hingga keramik dan hiasan batu alam. Situasi di sekitar area gunung yang longsor terhitung berbahaya mengingat masih berpotensi untuk kembali longsor.
"Proses pencarian selalu dilakukan sejak pagi hingga pukul 16.00 atau 17.00 WIB, tergantung cuaca. Yang jelas, dalam proses ini, keselamatan tim pencari juga diutamakan agar tak menimbulkan korban baru," tegas dia.
(zik)