'Dijual' Pacarnya, Harta Siswi SMK Ini Juga Dikuras
Kamis, 30 April 2015 - 11:47 WIB
'Dijual' Pacarnya, Harta Siswi SMK Ini Juga Dikuras
A
A
A
JAKARTA - Seorang siswi SMK di Jakarta dijual pacarnya setelah mengikuti ujian nasional. Korban dijual kepada rekan sang pacar seharga Rp5000 ribu di kawasan Bogor.
Tak hanya dijual, harta benda siswi tersebut juga dikuras pacarnya yang merupakan teknisi handphone tersebut.
Berdasarkan pengakuan korban kepada polisi, DNS (17) siswi SMK ini memang sudah mengenal lama pacarnya. Namun usai UN pada Rabu 15 April 2015 lalu, dirinya janjian dengan pacarnya di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jaksel.
Setelah empat hari tinggal bersama, uang pelaku sudah tidak ada. Padahal, sehari-hari, pelaku bekerja sebagai tukang Service toko handphone.
Karena tak memiliki uang, kalung emas dan sepeda motor matic milik korban digadaikan pelaku. "Motor saya digadein sama dia karena sudah ngga punya duit. Digadai dengan harga Rp800.000," tuturnyakpeada wartawan di Mapolres Jaksel, Rabu 29 April 2015.
Setelah itu, uang hasil gadaian tersebut habis untuk makan sehari-hari mereka selama empat hari. Selanjutnya pelaku mengajak korban untuk pindah kos di wilayah Bogor, Jawa Barat. Di Bogor ini korban dijual kepada temannya pelaku seharga Rp500 ribu.
Korban yang tak tahan akhirnya kabur dan kembali ke rumah orangtuanya. Setelah itu korban bersama keluarganya melapor ke PPA Polres Jaksel.
Tak hanya dijual, harta benda siswi tersebut juga dikuras pacarnya yang merupakan teknisi handphone tersebut.
Berdasarkan pengakuan korban kepada polisi, DNS (17) siswi SMK ini memang sudah mengenal lama pacarnya. Namun usai UN pada Rabu 15 April 2015 lalu, dirinya janjian dengan pacarnya di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jaksel.
Setelah empat hari tinggal bersama, uang pelaku sudah tidak ada. Padahal, sehari-hari, pelaku bekerja sebagai tukang Service toko handphone.
Karena tak memiliki uang, kalung emas dan sepeda motor matic milik korban digadaikan pelaku. "Motor saya digadein sama dia karena sudah ngga punya duit. Digadai dengan harga Rp800.000," tuturnyakpeada wartawan di Mapolres Jaksel, Rabu 29 April 2015.
Setelah itu, uang hasil gadaian tersebut habis untuk makan sehari-hari mereka selama empat hari. Selanjutnya pelaku mengajak korban untuk pindah kos di wilayah Bogor, Jawa Barat. Di Bogor ini korban dijual kepada temannya pelaku seharga Rp500 ribu.
Korban yang tak tahan akhirnya kabur dan kembali ke rumah orangtuanya. Setelah itu korban bersama keluarganya melapor ke PPA Polres Jaksel.
(ysw)