Bupati Ini Sampaikan Keluh Kesah ke Jokowi
Kamis, 30 April 2015 - 01:34 WIB
Bupati Ini Sampaikan Keluh Kesah ke Jokowi
A
A
A
TANGERANG - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyampaikan keluh kesahnya kepada Presiden Jokowi saat melakukan video conference pada acara ground breaking pencanangan sejuta rumah untuk rakyat di Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Dalam kesempatan itu, Zaki mengeluh terkait minimnya lahan di Kabupaten Tangerang untuk perumahan dan pemukiman. Sedangkan Kabupaten Tangerang sebagai kota industri memiliki jumlah penduduk 3,5 juta jiwa dan selalu bertambah 5% setiap tahun.
Dengan demikian, kebutuhan perumahan terus meningkat, terutama dari kalangan buruh. “Harga tanah terus tinggi, sehingga ketersediaan lahan untuk perumahan minim,” jelas Zaki, Rabu 29 April kemarin.
Selain penyediaan perumahan, Zaki juga mengeluhkan minimnya air bersih serta persoalan banjir, akibat situ dan danau yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi tidak dikelola dengan baik. “Mudah-mudahan Presiden bisa menbuat kebijakan agar kewenangan pengelolaan situ dan danau diberikan ke Kabupaten Tangerang, untuk penyediaan air bersih dan meminimalisir banjir,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi mengaku memahami bahwa Kabupaten Tangerang membutuhkan banyak pemukiman karena banyaknya buruh yang bekerja di kawasan industri. Karena itu, Jokowi siap membantu membangun banyak perumahan, namun dia meminta agar Pemkab Tangerang menyiapkan lahan mulai dari sekarang.
“Memang masalah lahan ini menjadi kendala yang selalu saya temui di daerah, sehingga program pembangunan pusat tidak terlaksana. Jadi disiapkan dari sekarang, sehingga saat pusat masuk, bisa langsung dilaksanakan programnya,” paparnya.
Sedangkan terkait situ dan danau, Jokowi menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) agar turun ke Kabupaten Tangerang untuk menanggapi permintaan Bupati. “Cepat turun ke Bupati,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Zaki mengeluh terkait minimnya lahan di Kabupaten Tangerang untuk perumahan dan pemukiman. Sedangkan Kabupaten Tangerang sebagai kota industri memiliki jumlah penduduk 3,5 juta jiwa dan selalu bertambah 5% setiap tahun.
Dengan demikian, kebutuhan perumahan terus meningkat, terutama dari kalangan buruh. “Harga tanah terus tinggi, sehingga ketersediaan lahan untuk perumahan minim,” jelas Zaki, Rabu 29 April kemarin.
Selain penyediaan perumahan, Zaki juga mengeluhkan minimnya air bersih serta persoalan banjir, akibat situ dan danau yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi tidak dikelola dengan baik. “Mudah-mudahan Presiden bisa menbuat kebijakan agar kewenangan pengelolaan situ dan danau diberikan ke Kabupaten Tangerang, untuk penyediaan air bersih dan meminimalisir banjir,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi mengaku memahami bahwa Kabupaten Tangerang membutuhkan banyak pemukiman karena banyaknya buruh yang bekerja di kawasan industri. Karena itu, Jokowi siap membantu membangun banyak perumahan, namun dia meminta agar Pemkab Tangerang menyiapkan lahan mulai dari sekarang.
“Memang masalah lahan ini menjadi kendala yang selalu saya temui di daerah, sehingga program pembangunan pusat tidak terlaksana. Jadi disiapkan dari sekarang, sehingga saat pusat masuk, bisa langsung dilaksanakan programnya,” paparnya.
Sedangkan terkait situ dan danau, Jokowi menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) agar turun ke Kabupaten Tangerang untuk menanggapi permintaan Bupati. “Cepat turun ke Bupati,” kata Jokowi.
(whb)