DKI Minta DPRD Dukung Transparansi Anggaran

Rabu, 29 April 2015 - 07:14 WIB
DKI Minta DPRD Dukung...
DKI Minta DPRD Dukung Transparansi Anggaran
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meminta agar DPRD mengedepankan transparansi dalam menyusun anggaran. Transparansi diperlukan supaya kejadian penggeledahan di lingkungan Pemprov DKI yang dilakukan kepolisian tidak lagi terjadi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot syaifull Hidayat mengatakan, penggeledahan yang dilakukan epolisian merupakan upaya hukum untuk mencari bukti kebenaran atas dugaankorupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD-P DKI 2014. Untuk itu, Djarot meminta segala oknum yang terlibat baik itu saksi ataupun tersangka menghormati proses hukum yang dilakukan kepolisian.

"Penggeledahan itu normal. Saya berharap dengan penggeledahan itu kasus ini menjadi semakin terbuka," kata Djarot di Balai Kota DKI, Selasa 28 April kemarin. Untuk menghindari adanya dugaan korupsi seperti dalam pengadaan UPS, Djarot meminta agar DPRD mendukung sistem pemerintahan yang berazaskan transparansi.

Mantan Wali Kota Blitar itu pun juga meminta agar DPRD jangan mengada-adakan program, korupsi, ataupun mark-up dan sebagainya. Menurutnya, segala pokok pikiran (Pokir) dewan harus transparan dengan cara mengikuti pembahasan proses e-musrenbang, e-budgeting dan sebagainya.

"Pengawasan dengan sistem elektronik itu lebih mudah. Jadi kami harap kedepan tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana mendukung sistem transparansi dalam menjalankan pemerintahan di DKI. Namun dia menyarankan agar Pemprov juga berkaca dengan transparansi tersebut.

Sebab, hingga saat ini penyusunan anggaran yang menggunakan Peraturan Gubernur belum juga dapat dilihatnya. Bahkan, selama mengikuti sistem e-musrembang, anggota dewan tidak pernah diberitahu kapan dapat memasukan pokir-pokirnya.

"Pokir itu kan hasil reses, aspirasi masyarakat yang masuk melalui wakil rakyatnya. Kami hanya mengusulkan, yang menganggarkan dan menjalankannya ya eksekutif. Sampai saat ini kami di dewan tidak tahu kapan akan memasukan pokir-pokir. Kalau saat pembahasan anggaran, dipastikan Pemprov tidak akan menyetujuinya dan otomatis 2016 menjadi Pergub lagi," jelasnya
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
26 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved