Sultan Serahkan Penanganan Banjir ke Daerah Tingkat 2
Selasa, 28 April 2015 - 06:51 WIB
Sultan Serahkan Penanganan Banjir ke Daerah Tingkat 2
A
A
A
YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwana X tidak berani menjanjikan proposal pengajuan bantuan dana korban banjir dari kabupaten/kota seluruhnya akan cair.
Sultan mengaku, masing-masing kabupaten/kota telah memiliki anggaran dana bencana. "Penangangan banjir sebenarnya langsung di daerah tingkat dua (kabupaten/kota)," kata Sultan, Senin (27/4/2015).
Anggaran bencana Pemda DIY akan digelontorkan jika bencana masuk kategori darurat. Raja Keraton Yogyakarta itu melanjutkan, pengajuan bantuan dana korban banjir pekan lalu mencapai miliaran rupiah.
"Seperti Kabupaten Sleman yang mengajukan bantuan Rp1,5 miliar, dan Kota Yogya yang juga menyentuh angka miliaran. Tidak semua diterima dan bisa cair, harus dilihat tingkat urgensinya," jelasnya.
Untuk di Kota Yogya, Dinas Permukiman Prasarana dan Wilayah (Kimpraswil) Yogyakarta memperkirakan, anggaran penanganan korban banjir di 16 titik di wilayah Sungai Gajah Wong, Sungai Code dan Sungai Winongo, mencapai Rp2,7 miliar.
Sebelumnya, Kimpraswil telah menganggarkan dana Rp1,1 miliar untuk perbaikan lima titik di Sungai Code dan Gajah Wong.
“Surat permohonan sudah kami kirim melalui wali kota dan sudah disampaikan ke gubernur. Soal pencairan dana atau realisasinya kami belum tahu kapan,” sambung Kabid Pengairan dan Drainase Dinas Kimpraswil Yogyakarta Aki Lukman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko mengaku, pihaknya masih mendata lahan pertanian yang terendam banjir. "Sampai saat ini masih didata, laporannya belum masuk semua," pungkasnya.
Sultan mengaku, masing-masing kabupaten/kota telah memiliki anggaran dana bencana. "Penangangan banjir sebenarnya langsung di daerah tingkat dua (kabupaten/kota)," kata Sultan, Senin (27/4/2015).
Anggaran bencana Pemda DIY akan digelontorkan jika bencana masuk kategori darurat. Raja Keraton Yogyakarta itu melanjutkan, pengajuan bantuan dana korban banjir pekan lalu mencapai miliaran rupiah.
"Seperti Kabupaten Sleman yang mengajukan bantuan Rp1,5 miliar, dan Kota Yogya yang juga menyentuh angka miliaran. Tidak semua diterima dan bisa cair, harus dilihat tingkat urgensinya," jelasnya.
Untuk di Kota Yogya, Dinas Permukiman Prasarana dan Wilayah (Kimpraswil) Yogyakarta memperkirakan, anggaran penanganan korban banjir di 16 titik di wilayah Sungai Gajah Wong, Sungai Code dan Sungai Winongo, mencapai Rp2,7 miliar.
Sebelumnya, Kimpraswil telah menganggarkan dana Rp1,1 miliar untuk perbaikan lima titik di Sungai Code dan Gajah Wong.
“Surat permohonan sudah kami kirim melalui wali kota dan sudah disampaikan ke gubernur. Soal pencairan dana atau realisasinya kami belum tahu kapan,” sambung Kabid Pengairan dan Drainase Dinas Kimpraswil Yogyakarta Aki Lukman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko mengaku, pihaknya masih mendata lahan pertanian yang terendam banjir. "Sampai saat ini masih didata, laporannya belum masuk semua," pungkasnya.
(san)