Butuh 3 Jam Tangkap Pembunuh Warga Malaysia di Batam
Senin, 27 April 2015 - 20:00 WIB
Butuh 3 Jam Tangkap Pembunuh Warga Malaysia di Batam
A
A
A
BATAM - Kepala Polresta Barelang Kombes Asep Safrudin menggelar ekspos kasus pembunuhan Amar Aswan (29) yang terjadi pada Jumat 24 April 2015. Selama ekspos dilakukan, banyak fakta mengejutkan.
Ekspos digelar di lobi Mapolresta Barelang. Dalam ekspos terungkap, kasus pembunuhan berawal dari laporan sekuriti hotel kepada anggota Polsek Lubuk Baja. Sekuriti hotel mengabarkan, ada mayat di lobi hotel di atas troli.
"Mendapat laporan itu, jajaran Polsek Lubuk Baja dan Polresta Barelang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi," kata Asep, kepada wartawan, Senin (27/4/2015).
Kondisi korban saat itu masih terlentang di atas troli di lorong lobi hotel. Polisi lalu memeriksa rekaman CCTV, identitas korban, dan menemukan tiket kapal Ferry milik salah seorang pelaku.
"Dari penemuan tiket kapal Ferry itulah, kami mendapatkan identitas para pelaku," terangnya.
Setelah mendapatkan identitas pelaku, Asep mengerahkan anggotanya untuk melakukan pengejaran. Setelah berkoordinasi dengan Imigrasi dan pengamanan pelabuhan, diketahui kalau pelaku telah meninggalkan Batam melalui Pelabuhan Batam Center.
"Sarwanan Kuppusamy dan Masyurizan Bin Mardan sudah naik kapal Berlian 3 dan kapalnya sudah meninggalkan pelabuhan sekitar 30 menit menuju Stulang Laut," bebernya.
Melihat kapal yang ditumpangi pelaku telah meninggalkan Batam, Asep berkoordinasi dengan Satpolair Polresta Barelang untuk melakukan penangkapan kedua pelaku setelah berkoordinasi dengan nahkoda kapal.
"Kapten kapal kooperatif tak lama berkoordinasi kapal tersebut kembali ke Pelabuhan, saat akan kembali ke Pelabuhan Batamcenter kapal tersebut dikawal tiga kapal Satpolair," jelasnya.
Selang tiga jam setelah pembunuhan, kedua pelaku berhasil ditangkap. Saat kedua pelaku ditangkap di Batam Center dan dikembangkan, ternyata yang melakukan pembunuhan terhadap korban ada empat orang.
Tak lama setelah kedua pelaku ditangkap, dua pelaku lainnya Goh Song Chew dan Kalitazan Meganatan diamankan di Pelabuhan Harbouy Bay saat menunggu keberangkatan kapal Mutiara Mas 1 tujuan Stulang Laut.
"Setelah keempat pelaku ditangkap, semuanya kita introgasi secara terpisah," pungkasnya.
Ekspos digelar di lobi Mapolresta Barelang. Dalam ekspos terungkap, kasus pembunuhan berawal dari laporan sekuriti hotel kepada anggota Polsek Lubuk Baja. Sekuriti hotel mengabarkan, ada mayat di lobi hotel di atas troli.
"Mendapat laporan itu, jajaran Polsek Lubuk Baja dan Polresta Barelang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi," kata Asep, kepada wartawan, Senin (27/4/2015).
Kondisi korban saat itu masih terlentang di atas troli di lorong lobi hotel. Polisi lalu memeriksa rekaman CCTV, identitas korban, dan menemukan tiket kapal Ferry milik salah seorang pelaku.
"Dari penemuan tiket kapal Ferry itulah, kami mendapatkan identitas para pelaku," terangnya.
Setelah mendapatkan identitas pelaku, Asep mengerahkan anggotanya untuk melakukan pengejaran. Setelah berkoordinasi dengan Imigrasi dan pengamanan pelabuhan, diketahui kalau pelaku telah meninggalkan Batam melalui Pelabuhan Batam Center.
"Sarwanan Kuppusamy dan Masyurizan Bin Mardan sudah naik kapal Berlian 3 dan kapalnya sudah meninggalkan pelabuhan sekitar 30 menit menuju Stulang Laut," bebernya.
Melihat kapal yang ditumpangi pelaku telah meninggalkan Batam, Asep berkoordinasi dengan Satpolair Polresta Barelang untuk melakukan penangkapan kedua pelaku setelah berkoordinasi dengan nahkoda kapal.
"Kapten kapal kooperatif tak lama berkoordinasi kapal tersebut kembali ke Pelabuhan, saat akan kembali ke Pelabuhan Batamcenter kapal tersebut dikawal tiga kapal Satpolair," jelasnya.
Selang tiga jam setelah pembunuhan, kedua pelaku berhasil ditangkap. Saat kedua pelaku ditangkap di Batam Center dan dikembangkan, ternyata yang melakukan pembunuhan terhadap korban ada empat orang.
Tak lama setelah kedua pelaku ditangkap, dua pelaku lainnya Goh Song Chew dan Kalitazan Meganatan diamankan di Pelabuhan Harbouy Bay saat menunggu keberangkatan kapal Mutiara Mas 1 tujuan Stulang Laut.
"Setelah keempat pelaku ditangkap, semuanya kita introgasi secara terpisah," pungkasnya.
(san)