Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda Tak Membuahkan Hasil
Senin, 27 April 2015 - 19:05 WIB
Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda Tak Membuahkan Hasil
A
A
A
CIREBON - Lanjutan pencarian para korban longsor Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, hari ini tak membuahkan hasil.
Senin (27/4/2015) ini pencarian sempat dilakukan dengan mengerahkan empat unit backhoe, maupun satu unit loader dari pihak swasta.
Pencarian melibatkan berbagai pihak, mulai TNI, Polri, BPBD Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan, Basarnas Provinsi Jabar, Polisi Kehutanan Polda Jabar, warga, dan lainnya.
Hingga sekitar pukul 15.00 WIB saat proses pencarian korban dihentikan, belum satu pun jenazah ditemukan.
Tim hanya berhasil mengevakuasi bangkai satu unit backhoe yang sehari sebelumnya jadi tempat ditemukannya jenazah Masani.
Diperkirakan, 2.000-3.000 ton bebatuan menimbun korban longsor. Banyaknya bebatuan menyulitkan proses evakuasi. Tim juga mengalami keterbatasan alat berat untuk mencari korban.
"Pencarian masih sulit karena terbatasnya alat. Lokasi juga curam dan berbahaya," ungkap Kepala Bansarnas Provinsi Jabar Anggit Mulyo Santoto di lokasi.
Pihaknya belum dapat memprediksi masa pencarian. Sejauh ini, proses evakuasi dilakukan dengan menyingkirkan bebatuan besar. Dia juga belum dapat memperkirakan posisi para korban yang belum ditemukan.
"Mungkin saja, korban lainnya tak jauh dari lokasi ditemukannya jenazah atas nama Masani. Lokasinya rawan sehingga harus hati-hati," tutur dia.
Dia mengakui adanya kendala dalam proses tersebut, berupa material berat yang berbeda dengan tanah. Apalagi, bebatuan tersebut labil. Peluang hidup para korban yang masih tertimbun juga, menurut dia, terhitung kecil.
Diberitakan sebelumnya, dua orang ditemukan tewas dan lima orang lainnya diperkirakan tertimbun longsor Galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (26/4/2015). (Baca: Longsor Gunung Kuda, Dua Tewas).
Senin (27/4/2015) ini pencarian sempat dilakukan dengan mengerahkan empat unit backhoe, maupun satu unit loader dari pihak swasta.
Pencarian melibatkan berbagai pihak, mulai TNI, Polri, BPBD Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan, Basarnas Provinsi Jabar, Polisi Kehutanan Polda Jabar, warga, dan lainnya.
Hingga sekitar pukul 15.00 WIB saat proses pencarian korban dihentikan, belum satu pun jenazah ditemukan.
Tim hanya berhasil mengevakuasi bangkai satu unit backhoe yang sehari sebelumnya jadi tempat ditemukannya jenazah Masani.
Diperkirakan, 2.000-3.000 ton bebatuan menimbun korban longsor. Banyaknya bebatuan menyulitkan proses evakuasi. Tim juga mengalami keterbatasan alat berat untuk mencari korban.
"Pencarian masih sulit karena terbatasnya alat. Lokasi juga curam dan berbahaya," ungkap Kepala Bansarnas Provinsi Jabar Anggit Mulyo Santoto di lokasi.
Pihaknya belum dapat memprediksi masa pencarian. Sejauh ini, proses evakuasi dilakukan dengan menyingkirkan bebatuan besar. Dia juga belum dapat memperkirakan posisi para korban yang belum ditemukan.
"Mungkin saja, korban lainnya tak jauh dari lokasi ditemukannya jenazah atas nama Masani. Lokasinya rawan sehingga harus hati-hati," tutur dia.
Dia mengakui adanya kendala dalam proses tersebut, berupa material berat yang berbeda dengan tanah. Apalagi, bebatuan tersebut labil. Peluang hidup para korban yang masih tertimbun juga, menurut dia, terhitung kecil.
Diberitakan sebelumnya, dua orang ditemukan tewas dan lima orang lainnya diperkirakan tertimbun longsor Galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (26/4/2015). (Baca: Longsor Gunung Kuda, Dua Tewas).
(zik)